PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keberadaan pos pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Pamekasan dinilai belum ideal.
Sebab, kabupaten dengan luas sekitar 792,30 kilometer persegi yang terbagi dalam 13 kecamatan itu hingga kini hanya memiliki satu posko damkar yang terpusat di wilayah kota.
Kondisi tersebut berdampak pada lambatnya penanganan kebakaran di wilayah pantura.
Ketika terjadi peristiwa kebakaran di daerah yang jauh dari pusat kota, waktu penanganan otomatis tidak dapat memenuhi standar response time yang ditetapkan, yakni 15 menit sejak laporan diterima petugas.
”Rencananya ada pengadaan mobil damkar tahun 2027 untuk memperkuat armada damkar. Sehingga nanti, jika itu terealisasi, sebagian armada damkar akan kami geser ke tengah, ke utara, artinya untuk penanganan wilayah utara dan sekitarnya,” ucap Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan Yusuf Wibiseno.
Namun, pria berbadan tegap itu memastikan pelayanan pemadaman kebakaran tetap menjadi prioritas tanpa memandang wilayah.
Meski demikian, dia mengakui kejadian kebakaran di wilayah pantura membuat waktu respons pemadaman menjadi lebih lama karena jarak tempuh dari posko utama cukup jauh.
”Prinsipnya di beberapa lokasi sudah kita lakukan edukasi. Kita lakukan juga sosialisasi kepada masyarakat di kecamatan untuk pencegahan dini dan penanganan-penanganan darurat,” sebutnya.
Selain itu, Yusuf Wibiseno menegaskan bahwa kesiapsiagaan kebakaran menjadi perhatian serius tahun ini.
Selain musim kemarau yang diprediksi lebih panjang, data kebakaran sepanjang 2025 juga tergolong tinggi.
Tahun lalu totalnya mencapai 112 kasus kebakaran yang tersebar di 13 kecamatan.
”Secara umum seluruh persiapan sudah siap. Selanjutnya, penanganan bencana hidrometeorologi selama musim kemarau akan berada di bawah koordinasi badan penanggulangan bencana daerah (BPBD),” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri