Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perkuat Kualitas Pendidikan di Madura, Akademisi Unira Paparkan Sejumlah Rekomendasi kepada Mendikdasmen

Anis Billah • Minggu, 24 Mei 2026 | 18:57 WIB
PAPARAN: Dari kiri, Dekan Dekan FKIP Unira, Dr. Moh. Zayyadi, Mendikdasmen Abdul Mu
PAPARAN: Dari kiri, Dekan FKIP Unira, Dr. Moh. Zayyadi, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman dalam acara diskusi di Pamekasan, Minggu (24/5).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dekan FKIP Universitas Madura (Unira), Dr. Moh. Zayyadi, memaparkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di Madura.

Rekomendasi tersebut disampaikan saat menjadi pemateri dalam Diskusi Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Jalmak 1, Pamekasan, Minggu (24/5/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dan Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.

Di hadapan Mendikdasmen, Dr. Moh. Zayyadi menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan di Madura melalui integrasi budaya lokal.

Menurutnya, pembelajaran di sekolah perlu diarahkan pada metode yang lebih mendalam dan kontekstual melalui pengembangan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Madura.

“Agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami secara relevan lingkungan sosial dan budaya mereka,” katanya.

Baca Juga: Dewan Sebut Jamsostek di Pamekasan Rendah, BPJS Ketenagakerjaan Madura Bakal Lapor Kejaksaan

Zayyadi juga mendorong integrasi komputasi dan coding melalui permainan tradisional Madura. Menurutnya, permainan tradisional dapat melatih logika, strategi, dan pola pikir terstruktur sebagai dasar computational thinking sebelum siswa mengenal bahasa pemrograman komputer.

Dia memaparkan, dalam aspek pembentukan karakter, penguatan budaya ondheghe bhâsa atau penggunaan bahasa Madura yang santun seperti engghi-bhunten dinilai penting untuk menginternalisasi program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” atau 7 Habits.

“Melalui pendekatan ini, kami yakin mampu membangun karakter siswa berbasis nilai budaya lokal,” paparnya.

Doktor muda itu juga merekomendasikan digitalisasi materi pembelajaran melalui pemanfaatan cerita rakyat Madura menjadi media digital, animasi, hingga gim edukatif guna meningkatkan kreativitas dan literasi coding siswa.

Baca Juga: Pemkab Pamekasan Temui Kemendagri, Bahas Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Zayyadi menambahkan, perlu disusun Uji Kompetensi Berbahasa Madura (UKBM) bagi guru sebagai instrumen evaluasi formal untuk menilai kemampuan kebahasaan secara ilmiah dan terstandar guna meningkatkan mutu tenaga pendidik.

Dia juga menginginkan agar perguruan tinggi di daerah bisa membuka Program Studi Pendidikan Bahasa Madura.

“Prodi ini penting agar dapat mencetak tenaga pendidik profesional dan menjaga keberlangsungan bahasa serta budaya Madura,” harapnya.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, berjanji akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi tersebut. Dia menegaskan, guru nonreguler yang selama ini mengajar bahasa Madura tetap menjadi perhatian pemerintah.

“Insyaallah akan ditindaklanjuti dan menjadi perhatian Kemendikdasmen,” tegasnya. (bil)

Editor : Anis Billah
#hardiknas 2026 #mendikdasmen #bahasa madura #Bupati Kholilurrahman #unira