PAMEKASAN, RadarMadura.id – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), aktivitas jemaah Indonesia di Kota Makkah mulai melambat.
Lorong-lorong hotel jemaah kini lebih ramai dibanding pelataran Masjidilharam.
Sebagian besar memilih menghemat tenaga, memperbanyak istirahat.
Jemaah diminta untuk menjaga kondisi fisik sebelum memasuki fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji.
Baca Juga: BRI Hadirkan QRIS Alipay Dinamis, Buka Peluang Transaksi Global bagi Merchant Indonesia
Situasi itu juga dirasakan jemaah asal Pamekasan.
Sejak layanan Bus Shalawat dihentikan sementara mulai Jumat (22/5), mobilitas jemaah menuju Masjidilharam mulai dibatasi.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari persiapan transportasi dan pergerakan massal jemaah menuju Armuzna.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan Abdul Halim mengatakan, penghentian operasional Bus Shalawat justru menjadi momentum bagi jemaah untuk lebih fokus menjaga stamina.
Sebab, rangkaian ibadah di Armuzna diperkirakan menguras banyak tenaga selama sekitar lima hari penuh.
”Sekarang jemaah memang kami arahkan agar tidak terlalu sering beraktivitas di luar hotel. Fokus utamanya menjaga kesehatan dan mempersiapkan tenaga menghadapi puncak haji,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi jemaah asal Pamekasan sejauh ini relatif stabil.
Belum ada laporan jemaah mengalami gangguan kesehatan serius.
Meski demikian, pengawasan kesehatan menjelang pemberangkatan ke Arafah terus diperketat.
”Alhamdulillah kondisi jemaah sampai hari ini sehat. Itu yang terus kami jaga supaya tetap bertahan sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai,” katanya.
Halim menjelaskan, tim kesehatan haji mulai memeriksa kesehatan jemaah satu per satu.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih awal jika ada jemaah yang mulai mengalami kelelahan ataupun gejala sakit.
”Petugas kesehatan sudah menyisir seluruh jemaah yang berpotensi sakit. Sampai sekarang belum ada yang terindikasi sakit serius,” sambungnya.
Tidak hanya memantau kesehatan jemaah, petugas juga mulai mengecek kesiapan tenda di Armuzna.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan fasilitas yang akan ditempati jemaah benar-benar siap digunakan saat puncak haji berlangsung.
Dia menambahkan, kepadatan jemaah di Armuzna jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.
Karena itu, jemaah diminta mulai mengatur pola aktivitas, konsumsi makanan, hingga waktu istirahat. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti