PAMEKASAN, RadarMadura.id – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pamekasan memprediksi angka kebakaran sepanjang tahun ini berpotensi meningkat.
Kondisi tersebut dipicu fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau lebih panjang dan diperkirakan membawa cuaca panas luar biasa.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan Yusuf Wibiseno mengatakan, kemarau ekstrem berpotensi memicu kebakaran lahan, rawa, hingga permukiman warga. Saat ini pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah-langkah strategis.
Mulai dari memperkuat kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas stakeholder.
”Personel ada 44 orang, 32 tergabung dalam regu lapangan, sedangkan sisanya bertugas sebagai operator dan tenaga pendukung lainnya,” ungkap Yusuf.
Selain personel utama, Satpol PP dan Damkar Pamekasan juga mendapat dukungan dari Srikandi Damkar dan relawan kebakaran (redkar) yang turut aktif membantu penanganan di lapangan.
Bagi Yusuf, kesiapsiagaan ini menjadi perhatian serius mengingat angka kebakaran di Pamekasan selama 2025 tergolong tinggi.
”Armada kami terdiri dari dua mobil damkar dan dua mobil tangki penyuplai. Untuk mobil water supply juga didukung BPBD, PDAM, dan Dinsos Pamekasan. Kalau sudah terantisipasi, insyaallah semua kejadian bisa cepat dan tepat teratasi,” terangnya.
Dia menegaskan, kesiapsiagaan ini menjadi perhatian serius mengingat angka kebakaran sepanjang 2025 tergolong tinggi.
Berdasarkan data yang tercatat, tahun lalu terjadi 112 kasus kebakaran yang tersebar di 13 kecamatan.
Data ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan personel maupun sarana pendukung.
”Secara umum seluruh persiapan sudah ready. Harapan kami, selama penanganan kebakaran nanti juga ada peran serta masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan agar potensi kebakaran bisa diminimalkan sejak dini,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri