Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Aktivis Soroti Revitalisasi Kawasan UMKM

Amin Basiri • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:29 WIB
TERIK: Pengunjung berada di kawasan Sae Rassah Pamekasan, Selasa (12/5).
TERIK: Pengunjung berada di kawasan Sae Rassah Pamekasan, Selasa (12/5).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Empat kawasan UMKM di Pamekasan bakal dipoles ulang.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran jumbo demi menghidupkan kembali pusat aktivitas pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil.

Program revitalisasi itu melekat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4 miliar lebih.

Aktivis Pamekasan Moh. Rohim meminta pemerintah daerah tidak sekadar mempercantik tampilan kawasan. 

Menurut dia, revitalisasi harus benar-benar berdampak terhadap geliat ekonomi para pedagang dan pelaku UMKM.

”Jangan sampai hanya bagus secara fisik, tetapi juga harus berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi. Kalau setelah direvitalisasi tetap sepi, tentu itu menjadi pemborosan anggaran,” ujarnya.

Dia menilai, pemerintah perlu menjadikan kondisi sejumlah kawasan UMKM yang mulai kehilangan daya tarik sebagai bahan evaluasi. 

Sebab, beberapa lokasi sebelumnya juga telah dibangun menggunakan anggaran besar.

Salah satunya kawasan Food Colony di Jalan Kesehatan yang dibangun pada 2022 dengan anggaran Rp 3.503.791.545. Kemudian, kawasan Sae Rassah di Jalan Dirgahayu yang dibangun dengan anggaran Rp 1.482.613.803.

Namun, seiring berjalannya waktu, dua kawasan tersebut justru mulai sepi peminat akibat berbagai faktor. 

Kondisi itu dinilai harus menjadi perhatian sebelum pemerintah kembali menggelontorkan anggaran revitalisasi.

”Kalau ingin dijadikan ikon daerah, maka konsepnya harus matang dan sesuai kebutuhan masyarakat maupun PKL yang berjualan di sana,” kata Rohim.

Dia juga meminta proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek dilakukan secara terbuka. Dengan begitu, publik bisa ikut mengawasi penggunaan anggaran yang nilainya cukup besar.

Empat kawasan yang masuk program revitalisasi yakni kawasan eks PJKA di Jalan Trunojoyo dengan total anggaran Rp 332.630.000, termasuk jasa konsultasi perencanaan dan pengawasan. 

Kemudian, kawasan Sae Rassah di Jalan Dirgahayu sebesar Rp 441.093.000.Sementara itu, revitalisasi kawasan Sae Salera di Jalan Niaga dianggarkan Rp 1.613.900.000. 

Anggaran dengan nominal sama juga disiapkan untuk kawasan Food Colony di Jalan Kesehatan. (afg/yan)

 

Editor : Amin Basiri
#Sae Rassah #pamekasan #umkm #pedagang kaki lima