PAMEKASAN, RadarMadura.id – Wacana pergeseran kursi DPRD antar dapil kian menghangat.
Namun, respons kalangan legislatif masih abu-abu.
Sebagian mulai angkat suara, sebagian lainnya memilih diam.
Mayoritas anggota dewan masih menahan sikap.
Mereka memilih menunggu kepastian regulasi sebelum menentukan langkah.
Perubahan komposisi kursi dinilai sensitif dan berpotensi memicu dinamika politik.
Baca Juga: Ratusan Warga Pamekasan Idap DBD, Kalangan Anak-Anak Diklaim Paling Rentan
Anggota DPRD Pamekasan dari dapil 3 Abd Rasyid Fansari termasuk yang menyatakan dukungan.
Dia menilai simulasi yang disampaikan KPU sudah sesuai dengan regulasi dan perhitungan yang berlaku.
”Kalau itu berdasarkan aturan dan hitungan KPU, tentu kami mendukung. Apalagi, selama ini porsi atau keterwakilan dewan di dapil 3 belum proporsional,” ujarnya.
Menurut Rasyid, penambahan kursi di dapil 3 merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.
Dengan begitu, representasi masyarakat dinilai tetap proporsional.
Sementara itu, respons dari dapil 4 yang berpotensi kehilangan kursi belum terlihat.
Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mencoba menghubungi sejumlah anggota DPRD dari dapil tersebut, tetapi belum mendapat jawaban.
Di antaranya, anggota DPRD dari Partai Demokrat Ahmad Fauzi.
Hal serupa juga terjadi pada Mulyono dari Partai Amanat Nasional (PAN) serta Nadi Mulyadi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Pamekasan A. Tajul Arifin menegaskan, pergeseran kursi itu murni berdasar regulasi dan perhitungan matematis.
Salah satu pemicunya adalah pertumbuhan penduduk yang tidak merata di tiap dapil.
”Pertambahan penduduk paling tinggi ada di dapil 3. Secara otomatis berdampak pada dapil lain, dalam hal ini dapil 4. Itu sudah sesuai rumus di undang-undang,” jelasnya.
Dia menyebut, jika pemilu digelar saat ini tanpa perubahan dapil, dapil 3 berpotensi mendapat tambahan satu kursi.
Sebaliknya, dapil 4 berkurang satu kursi. ”Itu simulasi berdasarkan data yang ada sekarang,” imbuhnya.
Meski begitu, Tajul memastikan total kursi DPRD Pamekasan tetap 45 kursi.
Tidak bisa bertambah menjadi 50 kursi karena jumlah penduduk belum menembus satu juta jiwa. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti