PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sikap Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan menuai sorotan tajam. Pasalnya, ia abai meski terdapat puluhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mendaftarkan
pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kondisi tersebut terindikasi sebagai bentuk pembiaran. Sebab, program berskala nasional itu melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar dengan risiko kerja yang tidak kecil. Hingga kini, belum terlihat langkah tegas maupun evaluasi menyeluruh dari pihak korwil terhadap kepatuhan mitra.
Korwil MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif tidak menampik bahwa masih banyak SPPG yang belum mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek). Dari 120 dapur yang beroperasi, baru 91 SPPG yang memberikan pelindungan kerja. Artinya, masih terdapat 29 dapur yang melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.
Baca Juga: Satpol PP Pamekasan Tingkatkan Pengawasan Rumah Kos
“Masih proses, kami akan tekan terus minta SPPG atau dapur mendaftarkan semua pekerjanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana mengungkapkan bahwa
pihaknya telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan BGN terkait pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh SPPG, termasuk di Pamekasan. Kerja sama tersebut dilakukan di tingkat pusat sebagai bentuk komitmen agar seluruh tenaga kerja dalam program MBG memperoleh pelindungan sejak awal operasional.
“Kami sudah MoU dengan BGN pusat sehingga seluruh SPPG, termasuk di Pamekasan, harus terdaftar,” pungkasnya.
Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto meminta seluruh SPPG yang beroperasi atau akan beroperasi untuk segera mendaftarkan seluruh pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan semua buruh memperoleh pelindungan jaminan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
“Permintaan ini bukan sekadar imbauan, tetapi bagian dari penertiban standar kerja, pelindungan tenaga kerja, sekaligus memastikan program MBG berjalan aman dan profesional,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri