PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan (jamsostek) atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Pamekasan ditargetkan mencapai 27 persen pada 2026.
Pemenuhan target tersebut menjadi fokus utama pemkab dalam memperluas perlindungan sosial bagi tenaga kerja.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyatakan, jamsostek merupakan instrumen penting dalam menjamin keamanan sosial pekerja.
Baik di sektor formal maupun informal. Karena program tersebut menyentuh langsung kebutuhan dasar para pekerja.
Baca Juga: Pemkab Pamekasan Gelontorkan Dana Rp 2 Miliar untuk UMKM dan Koperasi
Mulai dari perlindungan risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua.
”Perlindungan pekerja harus menjadi prioritas, sehingga negara hadir memberikan jaminan ketika terjadi risiko kerja. Kami ingin pekerja di Pamekasan memiliki rasa aman saat menjalankan aktivitasnya,” ungkap Bupati Kholil.
Pemkab Pamekasan terus mendorong perluasan kepesertaan melalui sinergitas dengan perangkat daerah, pemerintah desa, hingga para pelaku usaha.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pekerja dapat masuk dalam sistem perlindungan sosial nasional.
Apalagi pekerja rentan seperti petani, nelayan, pedagang kecil, dan pekerja sektor informal lainnya.
Di samping itu, pemkab juga melakukan pemetaan jumlah pekerja yang belum terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pendataan tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan dan intervensi daerah, termasuk kemungkinan pemberian subsidi iuran bagi kelompok pekerja tertentu.
Baca Juga: Infinix XPad Edge 2026 Resmi Hadir, Tablet Rp4 Jutaan dengan Layar 13 Inci dan Desain Tipis Premium
”Data yang valid menjadi kunci agar program tepat sasaran. Dan kami sudah berdialog langsung dengan BPJS Ketenagakerjaan, membicarakan berbagai strategi supaya target dari kementerian bisa tercapai,” tuturnya.
Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, salah satu strategi untuk memperluas UCJ adalah dengan melibatkan perusahaan swasta.
Termasuk perusahaan rokok lokal, untuk mendukung percepatan target tersebut.
Pihaknya meminta seluruh perusahaan memastikan karyawannya terdaftar sebagai peserta jamsostek sesuai ketentuan.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan agar pekerja memahami manfaat program jaminan sosial.
Karena banyak pekerja informal yang masih menganggap perlindungan ketenagakerjaan bukan kebutuhan prioritas.
Padahal, program tersebut memberikan perlindungan finansial ketika terjadi risiko kerja yang tidak terduga.
”Ini bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat. Semoga bisa membawa manfaat untuk pembangunan Pamekasan ke depan,” tegas Bupati Kholil.
Sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Indriyatno menyebutkan Pamekasan termasuk daerah dengan tingkat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan yang cukup tinggi.
Namun, dia mengingatkan adanya potensi persaingan dengan kabupaten lain di Madura yang menunjukkan progres lebih cepat.
”Betapa besar manfaat dari program ini. Perbandingan antara klaim yang sudah dirasakan manfaatnya dan iuran itu cukup jauh,” tuturnya.
Oleh karena itu, Indriyatno menilai diperlukan dukungan regulasi dari pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kepesertaan.
Salah satu usulannya adalah dengan penerbitan surat edaran yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) ikut berkontribusi dengan mendaftarkan pekerja di lingkungan sekitar, seperti asisten rumah tangga atau tukang kebun.
”Di beberapa daerah, edaran seperti itu sudah mulai diterapkan. Kalau tidak ada strategi yang tepat, capaian UCJ Pamekasan bisa saja disalip daerah lain, khususnya di empat kabupaten di Madura,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti