PAMEKASAN, RadarMadura.id – RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan memantapkan diri sebagai rujukan layanan jantung se-Madura. Salah satunya dengan mendorong kerja sama catheterization laboratory (cathlab) bersama BPJS Kesehatan.
Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menyatakan, proses kini tinggal menunggu dukungan dan lobi. Sebab, seluruh persyaratan disebut sudah terpenuhi.
Menurut dia, layanan cathlab sebenarnya sudah berjalan untuk pasien umum dalam dua tahun terakhir. ”Total sudah 24 pasien kita layani sejak dua tahun terakhir,” ujarnya.
Namun, tingginya biaya menjadi kendala utama bagi masyarakat. Untuk satu tindakan pemasangan ring jantung, pasien harus merogoh kocek hingga sekitar Rp 50 juta.
Baca Juga: Komisi IV Kawal Penurunan AKI-AKB, Gelar Monitoring dan Evaluasi dengan Lintas Sektor
Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses layanan bagi masyarakat kurang mampu. Bahkan, tidak sedikit kasus pasien yang tidak tertolong karena layanan tersebut belum dijamin BPJS Kesehatan.
Jika kerja sama berhasil direalisasikan, jumlah pasien yang bisa dilayani diprediksi meningkat signifikan. ”Kalau BPJS sudah meng-cover, mungkin sebulan bisa melayani 5–10 pasien,” katanya.
Karena itu, dengan letak geografis yang strategis serta kesiapan gedung, alat, dan sumber daya manusia (SDM), RSUD Smart optimistis menjadi rujukan utama di Madura. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri