PAMEKASAN, RadarMadura.id– Persoalan sampah di kawasan pesisir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Di sejumlah titik pantai, tumpukan sampah kerap terlihat dan belum tertangani secara maksimal.
Momentum Hari Bumi Sedunia 2026 dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyuarakan persoalan tersebut.
Salah satunya dilakukan Mastapala UIN Madura melalui forum diskusi hingga aksi bersih-bersih di sekitar Pelabuhan Branta Pesisir, Selasa (21/4).
Ketua Mastapala UIN Madura Humaidi Nur Hidayat mengatakan, masalah sampah di kawasan pantai masih menjadi perhatian serius.
Penanganannya dinilai belum optimal karena minimnya kolaborasi lintas sektor.
”Persoalan ini klasik, tapi belum tertangani dengan optimal. Kami ingin menyentil semua pihak agar lebih peduli terhadap kebersihan di wilayah pesisir,” ujar Humaidi, kemarin (22/4).
Kritik itu disampaikan melalui forum group discussion (FGD) bertema Solusi dan Tantangan Penanggulangan Sampah di Desa Branta Pesisir. Sejumlah pihak dilibatkan dalam aksi bersih-bersih tersebut.
Mulai dari Pemdes Branta Pesisir, Pemkab Pamekasan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Timur, hingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Panitia juga melibatkan komunitas pencinta alam dan pelajar.
Baca Juga: KONI Minta Atlet Konsisten Latihan dan Toreh Prestasi
Menurut Humaidi, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial.
Sebab, dibutuhkan sinergi semua pihak agar solusi yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran wacana.
”Kalau hanya satu-dua pihak yang bergerak, hasilnya tidak akan signifikan. Harus ada keterlibatan bersama,” tegas Humaidi pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Usai FGD, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih sampah di pesisir Branta.
Puluhan relawan dari berbagai komunitas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Aksi ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus mengawal hasil diskusi agar berkelanjutan.
”Ini bukan sekadar seremonial. Harus ada tindak lanjut,” tegasnya.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM KNPI Jawa Timur Nur Faisal menilai kegiatan tersebut patut untuk didukung.
Hal itu bisa menjadi pengingat bersama agar tidak abai terhadap kondisi lingkungan pesisir.
”Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran bersama. Penanganan sampah harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” tukas Faisal yang juga aktivis lingkungan itu. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri