PAMEKASAN, RadarMadura.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri asal Kabupaten Pamekasan di kancah internasional.
Ahmad Farhan, santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar dipercaya menjadi delegasi Indonesia di ajang International Qur’an yang digelar di Turki.
Keberangkatan Farhan mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Buktinya, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman memimpin prosesi pelepasan sebagai bentuk apresiasi atas capaian santri tersebut, di Peringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Minggu (19/4).
Pelepasan Farhan menuju ajang 11 Tahun International Qur’an di Turki itu ditandai dengan pemasangan serban sebagai simbol doa dan harapan.
Momen yang berlangsung sederhana, namun khidmat ini disaksikan dan diikuti langsung oleh organisasi perangkat daerah terkait, perwakilan Ponpes Darul Ulum Banyuanyar, serta kedua orang tua Farhan.
Momentum pelepasan itu bukan sekadar seremoni, tetapi simbol harapan agar generasi muda Kota Gerbang Salam mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus berupaya mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan.
”Alhamdulillah, kami sangat bangga, Farhan mampu membawa nama baik daerah, bahkan mengharumkan nama Indonesia dan panji-panji kebesaran umat Islam,” ungkap Bupati Kholil.
Mantan anggota DPR RI itu juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Ponpes Darul Ulum Banyuanyar atas konsistensinya dalam melahirkan generasi qurani dari masa ke masa.
Hal ini menegaskan pendidikan pesantren akan terus relevan dalam mencetak generasi muda berkualitas di era modern.
Baca Juga: Anggota Sanggar Literasi SMPIT Al-Hidayah Belajar Jadi Jurnalis di Kantor Radar Madura Biro Sumenep
”Keberhasilan sini menunjukkan bahwa pesantren tetap memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Oleh sebab itu, orang nomor satu di Pamekasan tersebut mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung kemajuan pendidikan pesantren di daerah.
Karena pesantren memiliki kontribusi besar dalam pembinaan karakter dan keilmuan keagamaan di masyarakat.
”Saya berpesan kepada para pejabat untuk menghormati pesantren dan para pengasuh pesantren tanpa pilih-pilih,” tambahnya.
Pengurus Ponpes Darul Ulum Banyuanyar Baisuni Salim menyampaikan terima kasih atas dukungan pemkab terhadap santri yang akan mewakili Indonesia pada ajang tersebut.
Baginya, dukungan moral ini menjadi motivasi tambahan bagi santri untuk tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik pesantren dan daerah asalnya.
”Kami mewakili Ponpes Darul Ulum Banyuanyar mengucapkan terima kasih telah menyambut dan mendukung santri kami yang menjadi delegasi Indonesia pada event International Qur’an di Turki,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti