PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pamekasan belum memiliki gedung tetap.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) masih dilaksanakan di bekas gedung Akper Pamekasan.
Sementara pengadaan lahan yang diproyeksikan untuk dibangun gedung SR masih buram.
Meskipun pemerintah telah melakukan survei di beberapa wilayah di Kabupaten Pamekasan. Yakni, di Kecamatan Pakong, Waru, dan Pengantenan.
Baca Juga: BBM Randis DLH Perkim Sampang Sedot Anggaran Rp 1,1 Miliar, Layanan Belum Menjangkau Semua Kecamatan
”Untuk lokasi (yang akan dibangun SR) belum final. Nanti akan dibahas oleh tim (finalisasinya, Red),” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso.
Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa dibangun fasilitas pendidikan bagi warga tidak mampu tersebut.
Antara lain, luas lahannya minimal lima hektare. Kemudian, aksesibilitasnya sudah tersedia dan dapat dijangkau dengan mudah.
Kemudian, lokasi gedung SR tidak boleh berbukit, serta lahan berstatus milik pemerintah.
”Itu ketentuan yang menjadi acuan utama agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai standar dan memberikan kenyamanan bagi para siswa nantinya,” terangnya.
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan Lukman Hakim mengaku terus memantau proses pengadaan lahan untuk SR di Kota Gerbang Salam.
Baca Juga: Oknum LSM Tersandung Dua Kasus, Kini Disidangkan Perkara Dugaan penipuan
Pihaknya berharap segera ada keputusan final dalam waktu dekat.
”Kalau belarut-larut dan pemkab tidak siap, bisa saja nanti yang dahulukan daerah lain yang sudah siap lahannya. Tapi, mudah-mudahan segera ada titik terang,” tuturnya.
Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti menyatakan, gedung yang digunakan untuk melaksanakan KBM merupakan bekas gedung akper.
Saat ini siswa sedang melaksanakan sumatif tengah semester (STS) genap.
”Di Sekolah Rakyat tidak ada SPMB, istilahnya adalah penjangkauan. Nantinya untuk siswa baru di 2026, insyaallah kalau mencukupi antara dua rombel ke depan. Tapi, kami lihat progresnya di bulan Juli nanti bagaimana,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia