PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kepulangan Khairul Umam alias Haji Her ke Pamekasan, Minggu (12/4), disambut ribuan petani dan simpatisannya.
Pengusaha tembakau itu sempat menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis (9/4).
Sejak memasuki pintu gerbang Kota Gerbang Salam di Kecamatan Tlanakan, iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat sudah mengular. Konvoi bergerak perlahan diiringi takbir dan salawat.
Arus massa terus mengalir hingga menuju Gudang PT Bawang Mas Group di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.
Di titik akhir itu, ribuan orang masih bertahan, menunggu Haji Her turun dari kendaraan untuk menyapa langsung.
Dengan gestur sederhana, Haji Her berdiri di hadapan para pendukungnya.
”Terima kasih atas semua dukungan saudara semua, kompak selalu. Mari ke belakang, saya dan kalian semua sama-sama berjuang,” ucapnya.
Di hadapan para petani, CEO PT Bawang Mas Group itu menegaskan komitmennya.
Baginya, perjuangan untuk kesejahteraan petani tidak boleh berhenti, apa pun risiko yang harus dihadapi.
”Saya akan tetap berdiri untuk kesejahteraan petani, meskipun saya harus membayar mahal,” tegas pria yang juga Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) itu.
Di tengah kerumunan itu, sejumlah tokoh juga tampak hadir. Salah satunya pengasuh Pondok Pesantren Gunung Sari KH Kholil Muhammad.
Dia menyebut, kehadiran ribuan orang tersebut bukan semata-mata aksi dukungan, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual.
”Ini bukan dalam rangka apa-apa. Kita berkumpul untuk istighotsah, meminta keselamatan dalam kehidupan kita, terutama sektor pertanian,” ungkapnya.
Persoalan hukum yang tengah dihadapi Haji Her merupakan ranah personal.
Pihaknya tidak ingin mencampuradukkan antara urusan hukum dengan dukungan sosial yang diberikan masyarakat.
”Terkait masalah di luar ini akan kami sikapi di lain waktu. Kami memberikan dukungan kepada Haji Her karena manfaatnya nyata, mengangkat martabat dan ekonomi masyarakat Madura,” sambungnya.
Baca Juga: Beli Armada Baru, Satpol PP Pamekasan Kurangi Anggaran Mamin dan Perdin
Sebagaimana diketahui, KPK tengah mendalami dugaan korupsi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berkaitan dengan rokok ilegal.
Dalam proses itu, Haji Her diperiksa untuk memastikan pengurusan cukai rokok telah sesuai prosedur.
Dalam perkara pengurusan cukai rokok yang tengah diselidiki KPK, penyidik menduga sejumlah perusahaan rokok memberikan uang kepada pegawai Bea Cukai.
Perusahaan tersebut diduga menyuap untuk mengurus cukai rokok yang mereka produksi. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti