Capaian PAD 2026 dari Sektor Parkir Kabupaten Pamekasan Baru 21 Persen

Amin Basiri • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 10:21 WIB
SUMBER PAD: Petugas juru parkir sedang mengatur kendaraan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Pamekasan, Kamis (2/4).
SUMBER PAD: Petugas juru parkir sedang mengatur kendaraan di Jalan Diponegoro, Kecamatan Pamekasan, Kamis (2/4).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) 2026 dari sektor parkir di Kabupaten Pamekasan Rp 5 miliar lebih.

Di triwulan pertama, realisasinya masih jauh dari target, yaitu baru 21 persen atau sekitar Rp 1 miliar lebih.

Kasi Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Suhardjo menilai capaian tersebut sudah cukup optimal.

Meski belum menyentuh angka 25 persen di triwulan pertama, pihaknya optimistis target PAD parkir dapat tercapai 100 persen hingga akhir 2026. 

Baca Juga: Anggarkan Puluhan Miliar, DPRKP untuk Merealisasikan Proyek Pembangunan SPAM

”Idealnya, kalau dirata-rata di triwulan pertama di angka 25 persen. Tapi kami optimis, ke depan akan ada peningkatan yang signifikan,” ungkapnya.

Menurutnya, PAD parkir di Kota Gerbang Salam bersumber dari tiga jenis retribusi yang meliputi parkir khusus, parkir tepi jalan umum, dan parkir berlangganan.

Untuk parkir khusus dan parkir tepi jalan umum tersebar di 145 titik, dengan perincian 13 titik parkir khusus dan 132 titik parkir tepi jalan umum. 

”Parkir berlangganan dipungut bersamaan dengan perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK),” sebutnya.

Dia mengaku ada berbagai langkah yang dilakukan untuk terus meningkatkan PAD parkir di Pamekasan dari tahun ke tahun.

Di antaranya melalui pembinaan, monitoring hingga evaluasi berjenjang serta upaya peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) portalisasi di area parkir khusus.

”Alhamdulillah di 2025 melampaui. Targetnya Rp 4,5 miliar, capaiannya Rp 5,4 miliar atau 114 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua Dewan Minta Pemkab Fokus Reformasi Birokrasi

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Lutfi menekankan agar dishub bekerja lebih maksimal dalam mengoptimalkan PAD sektor parkir ke depan.

Salah satunya dengan mengambil langkah antisipatif guna menekan potensi kebocoran pendapatan di lapangan.

”Selain peningkatan sarpras di parkir khusus, potensi-potensi yang memungkinkan juga harus dilakukan peningkatan proyeksi. Jangan sampai stagnan apalagi menurun,” pesannya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri
pamekasan parkir PAD Parkir