PAMEKASAN, RadarMadura.id – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman bersama Wakil Bupati (Wabup) Sukriyanto, berbagai indikator makro pembangunan di Kota Gerbang Salam menunjukkan perkembangan yang positif.
Sejumlah capaian pembangunan mulai terlihat, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi daerah, stabilitas sosial, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bupati Kholil menyebut, sejak menjabat pada 2025, pertumbuhan ekonomi Pamekasan terus membaik dari 4.88 persen menjadi 5,47 persen di 2026.
Baca Juga: Triwulan Pertama Puluhan Anak di Kabupaten Pamekasan Suspek Campak
Secara komparatif laju pertumbuhan ekonomi Pamekasan relatif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Jawa Timur.
Berdasarkan indikator ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja juga menunjukkan tren membaik.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) terus mengalami penurunan, di 2024 tercatat 1,64 persen dan di 2025 1,33 persen.
Di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga meningkat, dari 79,13 persen di 2024 menjadi 79,85 persen di 2025.
”Kondisi ini menggambarkan pembangunan ekonomi daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap perluasan kesempatan kerja,” ungkapnya.
Perkembangan kualitas sumber daya manusia juga menunjukkan peningkatan. Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Pamekasan tercatat naik secara bertahap, dari 70,32 pada 2023 menjadi 70,85 di 2024, dan kembali meningkat pada 2025 dengan proyeksi mencapai 71,64.
Baca Juga: Desa Hendrosari Bangkit, UMKM Tumbuh Pesat Berkat Wisata Lontar Sewu dan Program Desa BRILiaN BRI
Bahkan, pada 2026, capaian IPM Pamekasan menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten di wilayah Madura.
Perkembangan pemerataan pendapatan yang tercermin dari gini rasio menunjukkan kondisi yang relatif terkendali.
Yakni, pada 2023 berada di angka 0,348, lalu 0,301 di 2024, dan capaian di 2025 0,337.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan di Pamekasan masih berada pada kategori rendah hingga moderat.
Tingkat kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan. Angkanya turun dari 13,85 persen pada 2023 menjadi 12,77 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif, meski ke depan masih diperlukan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
”Agar tingkat kemiskinan terus dapat ditekan dan secara bertahap mendekati bahkan berada di bawah rata-rata provinsi, maupun nasional,” ujarnya.
Di samping itu, capaian kinerja tata kelola pemerintahan Pamekasan menunjukkan perkembangan yang positif.
Baca Juga: Motor Bebek Belum Mati, Yamaha Vega Force 2026 Hadir dengan Harga Rp18 Jutaan dan Perawatan Mudah
Capaian indeks reformasi birokrasi juga menunjukkan tren yang signifikan, dari angka 64,73 di 2020, naik menjadi 78,13 di 2024.
Hal ini membuktikan komitmen dalam mewujudkan biroksasi yang efektif, efisien, dan transparan.
Selain itu, kepemimpinan yang dikenal duet Kharisma ini juga banyak menorehkan prestasi dan penghargaan gemilang.
Terbaru, sebagai kabupaten/kota Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik predikat Sangat Baik dari Kementerian PAN-RB atau peringkat 4 di Jawa Timur.
Selain itu juga Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup (lihat grafis).
”Terkait dengan satu tahun kepemimpinan kami, yang ingin saya sampaikan permohonan maaf. Kami belum bisa menjangkau semua titik dan semua sektor secara sempurna, karena keterbatasan-keterbatasan, khususnya keterbatasan fiskal,” sebutnya.
Namun demikian, sebagai orang nomor satu di Kota Gerbang Salam, Kholilurrahman berkomitmen untuk terus bekerja lebih optimal agar pembangunan di Pamekasan semakin maju di berbagai sektor.
Baik pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
”Ke depan, yang saya tekankan kepada semua, daerah harus mengurangi ketergantungan dengan dana transfer dari pusat. Caranya mencari berbagai terobosan dengan memaksimalkan potensi daerah, baik dari sektor pariwisata, olahraga, dan sumber daya lainnya,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti