PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus campak masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pamekasan.
Sepanjang triwulan pertama tahun ini, sebanyak 31 anak masuk kategori suspek campak.
Puluhan kasus suspek campak tersebut tersebar di beberapa kecamatan.
Meliputi, tujuh kasus di Kecamatan Pademawu, masing-masing lima kasus di Kecamatan Tlanakan dan Proppo, serta empat kasus di Batumarmar.
Baca Juga: Lonjakan Pengunjung Pantai Lon Malang Diprediksi Terjadi Besok
Kemudian, tiga kasus di Kecamatan Kota dan masing-masing dua kasus di Kecamatan Galis, Larangan, dan Pegantenan. Terakhir, satu kasus di Kadur.
Temuan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebab, campak merupakan penyakit menular yang dapat dengan cepat menyebar, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah atau yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Avira Sulistyowati mengimbau seluruh orang tua untuk memperhatikan kondisi kesehatan anak.
Terutama jika muncul gejala seperti demam tinggi, ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, hingga mata merah.
”Meski tidak ada lonjakan kasus seperti tahun 2025, tetap harus waspada dengan rutin melakukan pengecekan,” ucap Avira.
Dia menjelaskan, tahun lalu kasus suspek campak tercatat cukup tinggi di Kota Gerbang Salam, dengan jumlah mencapai 1.250 kasus.
Dari ribuan kasus tersebut, sebanyak 663 kasus atau sekitar 53 persen dialami kelompok usia satu hingga empat tahun.
Oleh karena itu, Avira meminta para orang tua untuk memastikan anaknya telah mendapatkan imunisasi Measles Rubella (MR).
Selain imunisasi, pihaknya juga meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sebagai langkah pencegahan tambahan, Dinkes Pamekasan juga akan melakukan outbreak response immunization (ORI) secara serentak di empat puskesmas yang belum merealisasikan imunisasi tambahan tersebut.
Seperti di Puskesmas Teja, Pakong, Palengaan, dan Talang.
”Orang tua yang memiliki bayi dan anak harus memastikan kelengkapan imunisasi putra-putrinya agar kebal terhadap virus campak,” tegasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Maltuful Anam menekankan pentingnya langkah preventif dan respons cepat dari dinas terkait dalam menangani kasus campak.
Termasuk memastikan cakupan imunisasi berjalan optimal serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
”Cakupan imunisasi harus terus ditingkatkan agar kekebalan kelompok dapat tercapai. Sehingga, penyebarannya bisa terus ditekan,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti