PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program pemeliharaan jalan berkala di Kabupaten Pamekasan belum optimal.
Indikasinya, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) baru menetapkan sepuluh ruas yang dilakukan peningkatan tahun ini.
”Jadi ada sepuluh lokasi yang sudah pasti. Itu setelah tim (internal) melakukan survei kelayakan ke lapangan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan.
Sepuluh ruas jalan yang akan dilakukan pemeliharaan berkala tersebut meliputi Jalan Gugul–Taroan, Larangan Dalam–Larangan Luar, Grujungan–Larangan Dalam, dan Toket–Candi Burung.
Baca Juga: AKI dan AKB di Pamekasan Masih Tinggi, Dewan Akan Panggil Semua Faskes
Selain itu juga ruas Jalan Sukolilo–Kertagena Tengah serta Turbuk–Jarin.
Di samping, ruas Jalan Pademawu Barat–Pademawu Timur, Gudang Garam Sentol, dan ruas Jalan Panglegur–Ceguk, Plakpak–Bulangan Barat, dan Tlagah–Bulangan Barat.
Pagu anggaran yang disiapkan beragam, mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 1,8 miliar (lihat grafis).
”Semua sumber dananya dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” ungkap Tri.
Realisasi peningkatan infrastruktur jalan di sepuluh lokasi tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun hingga awal semester pertama.
Dengan demikian, serapan belanja APBD dan pekerjaan yang dilakukan tidak menumpuk di akhir tahun.
”Untuk yang reguler atau bersumber dari APBD murni, belum ditentukan lokasi. Tapi, sudah kami survei, kemungkinan ada beberapa perubahan dari rencana awal,” ujarnya.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Achmad Fauzi mengaku telah meminta dinas terkait untuk membuat skala prioritas dalam upaya peningkatan infrastruktur jalan di Bumi Pamelingan.
Baca Juga: Persepam Racik Komposisi Pemain, Siapkan Skuad Ideal Jelang Nasional
Sebab, anggaran yang tersedia terbatas bila dibandingkan dengan jumlah ruas jalan yang rusak.
”Kami selalu menekankan supaya pemanfaatan anggaran untuk peningkatan jalan benar-benar dioptimalkan. Dan kalau sudah ditentukan lokasinya, harapan kami segera dikerjakan,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri