PAMEKASAN, RadarMadura.id – Mobilitas masyarakat akan meningkan selama pra, saat dan pasca Lebaran. Untuk mengantisipasi potensi kerawanan itu, ratusan personel gabungan disiagakan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.
Total 266 personel dilibatkan dalam operasi pengamanan itu. Terdiri dari 200 anggota Polri dan 66 personel dari instansi terkait.
Pasukan gabungan itu disiapkan melalui apel gelar pasukan di Lapangan Apel Mapolres Pamekasan, Kamis (12/3) sore.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto. Lalu dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan personel serta sarana prasarana sebelum pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri dilakukan.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan, Hendra menegaskan operasi ketupat merupakan bentuk komitmen aparat bersama lintas sektor untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum Lebaran.
”Apel gelar pasukan ini merupakan komitmen nyata sinergisitas lintas sektor untuk menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri,” ujar mantan Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur itu.
Operasi Ketupat Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari. Yakni, mulai Jumat (13/3) - Rabu (25/3).
Selama periode tersebut, aparat akan fokus pada pengamanan jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek vital lainnya.
Personel gabungan yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur. Di antaranya, Kodim 0826 Pamekasan, POM TNI, Dishub, Satpol PP, Dinkes, BPBD, PMI, serta relawan seperti Pramuka, Senkom, ORARI, hingga Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB).
Hendra meminta seluruh personel menjaga soliditas serta meningkatkan koordinasi selama operasi berlangsung. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pengamanan Lebaran berjalan optimal.
”Kami meminta personel untuk terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas perwira menengah (Pamen) Polri dengan pangkat dua melati emas di pundaknya itu.
Di sisi lain, aktivitas lalu lintas di Pamekasan mulai menunjukkan peningkatan. Taufik Hidayat, warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, mengatakan bahwa sejumlah ruas jalan di wilayah kota sudah mulai dipadati kendaraan.
Kepadatan mulai terasa di jam-jam tertentu. Bahkan, beberapa titik di kawasan pusat kota tampak ramai oleh kendaraan yang melintas.
”Sekarang jalan-jalan sudah mulai padat. Di beberapa titik bahkan sudah ramai, terutama sore hari,” ujarnya.
Praktisi hukum Lukman Hakim, kesiapan aparat dalam Operasi Ketupat menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan selama lebaran.
Mobilitas masyarakat yang meningkat setiap tahun membutuhkan pengamanan yang serius.
Dia berharap pengamanan tidak hanya sebatas seremoni apel gelar pasukan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pengawasan dan pelayanan di lapangan.
”Momentum mudik selalu berisiko tinggi. Karena itu pengamanan harus dilakukan secara maksimal agar masyarakat merasa aman,” tukasnya. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri