PAMEKASAN, RadarMadura.id - Selera makan Sekkab Pamekasan Taufikurrahman hampir sama seperti masyarakat pada umumnya.
Secara umum, hampir semua makanan disukai, tapi dia paling suka menu yang memiliki cita rasa pedas. Baik saat berbuka maupun ketika sahur.
Menurut Taufik, makanan pedas memberikan sensasi tersendiri dan membuat selera makan lebih meningkat.
Dalam berbagai kesempatan, menu yang disajikan saat buka puasa ataupun sahur kerap dilengkapi dengan sambal atau olahan makanan yang bercita rasa pedas.
"Kalau lauknya, saya paling suka ikan daripada daging. Terutama kalau dimasak ada pedas-pedasnya. Entah pakai bumbu rujak atau ikan asap dengan bumbu kacang, yang penting ada pedas-pedasnya", ungkapnya.
Taufik mengaku, menyukai makanan pedas sejak masih kecil.
Kebiasaan itu terbentuk dari lingkungan keluarga yang juga gemar menyajikan berbagai hidangan dengan sambal atau bumbu pedas.
Lidahnya sudah terbiasa dengan sensasi pedas dalam berbagai menu makanan.
"Harus ada sayur juga, karena saya memang suka sayur. Kalau makanannya tidak berkuah rasanya kurang enak. Jenis sayurnya bebas, tapi yang paling saya suka sayur sop", kata mantan Kepala DPMPTSP Pamekasan itu.
Selama Ramadan, Taufik mengutarakan, selalu mengawali buka puasa dengan kurma dan air hangat.
Selain mengikuti anjuran agama, berbuka dengan kurma dan air hangat bisa menjaga kondisi tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan utama.
"Kalau pas sahur, ikan itu pasti sudah disiapkan sama keluarga.Karena sudah jadi menu kesukaan. Kalau daging saya suka sate kambing dan kikil", tukasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri