PAMEKASAN, RadarMadura.id - Ada penyesuaian jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) selama Ramadan.
Rupanya itu tidak sepenuhnya berlaku bagi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Taufikurrachman.
Sebagai panglima ASN, dia kerap bekerja di luar jam kerja karena sering mendampingi kepala daerah.
Taufik mengaku, jika tidak ada agenda tambahan, dirinya biasanya baru pulang ke rumah sekitar pukul 16.30.
Namun, kondisi itu terbilang jarang terjadi. Terlebih saat ini ada program Safari Ramadan yang menjadi agenda rutin Pemkab Pamekasan.
Bagi Taufik, ritme kerja selama Ramadan pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan hari biasa.
"Kadang sampai rumah sudah waktu salat Tarawih. Kalau Safari Ramadan biasanya Magrib berjemaah di tempat acara", ujarnya.
Tidak jarang dia kembali melanjutkan tugas setelah menunaikan salat Tarawih bersama keluarga.
Tugas itu bagi Taufik bukanlah beban, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai abdi negara yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
"Waktu dengan keluarga memang terbatas. Kebetulan dua anak saya kuliah di Surabaya dan istri juga kerja.Paling kebersamaannya di waktu malam, mulai sebelum Tarawih itu", ucapnya.
Di tengah padatnya jam kerja yang dijalani, Taufik tetap berusaha tidak meninggalkan kebiasaannya membaca Al-Qur’an.
Kegiatan itu biasanya dilakukan usai menunaikan salat Subuh, sebelum dirinya berangkat ke kantor.
Baginya, membaca Al-Quran menjadi cara untuk menjaga ketenangan batin dan sekaligus menambah semangat.
"Jadi, dengan banyak kerja, puasa tidak terasa. Ibadah kan tidak hanya ngaji dan salat, tetapi beraktivitas melayani masyarakat dengan baik itu juga bagian dari ibadah", pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri