PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan kecipratan dana alokasi khusus (DAK) untuk program pemeriksaan kanker serviks. Nilainya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 4,8 miliar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati menyatakan, anggaran miliaran itu digunakan untuk beberapa kegiatan. Mulai dari pengambilan hingga pemeriksaan sampel di Surabaya.
”Jadi di 2026 itu ada program prioritas dari kementerian untuk pemeriksaan kanker serviks bagi perempuan,” ungkapnya.
Awalnya Dinkes Pamekasan tidak mengalokasikan dana untuk program pemeriksaan kanker serviks gratis dari DAK.
Kecuali, untuk program pengiriman dan pengambilan spesimen penyakit potensi kejadian luar biasa (KLB). Dana yang dikucurkan Rp 3,3 miliar.
”Tapi, program tersebut tidak diperbolehkan. Karena anggaran DAK nonfisik ini diprioritaskan untuk program pemeriksaan kanker serviks atau leher rahim,” ujarnya.
Sementara anggaran yang dialokasikan untuk KLB diambilkan dari DAU earmark. Nilainya Rp 40 juta. Dana tersebut tidak harus dibelanjakan karena bersifat dikecualikan. Artinya, jika tidak terjadi KLB atau anggaran tersebut tidak perlu diserap.
”Mudah-mudahan kami mendapat dukungan dari masyarakat sehingga dapat melakukan pemeriksaan untuk pencegahan dini kanker serviks. Karena itu gratis untuk perempuan yang usia produktif,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansari meminta dinkes memaksimalkan program yang telah dibiayai APBN tersebut. Salah satunya dengan melakukan pemetaan sasaran sehingga dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
”Sosialisasinya juga harus dimasifkan. Sehingga, masyarakat antusias untuk mengakses layanan kesehatan gratis ini,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri