Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Program Pelatihan Kerja Susut, Akibat Alokasi DBHCHT Berkurang

Amin Basiri • Kamis, 26 Februari 2026 | 11:10 WIB

PERLU SKIL: Ahmad, pekerja las di Jalan Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, sedang menyelesaikan pekerjaannya, Rabu (25/2).
PERLU SKIL: Ahmad, pekerja las di Jalan Amin Jakfar, Kelurahan Gladak Anyar, sedang menyelesaikan pekerjaannya, Rabu (25/2).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan kecipratan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Nilainya Rp 266 juta.

Anggaran tersebut diproyeksikan untuk program pelatihan kerja. Namun, kucuran dana itu jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Sebab, DBHCHT yang dikucurkan untuk program yang sama di 2025 sebanyak Rp 500 juta.

Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja Diskop UKM Naker Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati menyatakan, menyusutnya anggaran tersebut berdampak pada jumlah pelatihan yang akan digelar. Jika di 2025 bisa melaksanakan tujuh jenis pelatihan, tahun ini hanya lima paket.

”Tahun ini mungkin sangat minimalis. Karena menang dana yang tersedia sangat minim,” ungkapnya.

Pelatihan kerja yang akan dilaksanakan tahun ini terdiri dari tata kecantikan, pembuatan kue dan roti, desain grafis, las plate welder SMAW 1G, serta pelatihan barista.

Sedangkan jumlah peserta yang dapat mengikuti seluruh program tersebut dibatasi hanya untuk 84 orang.

”Insyaallah start pelatihan akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail meminta diskop UKM naker memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk pelatihan skill tersebut. Sehingga, pendidikan vokasi dapat terus ditingkatkan dan tidak sepenuhnya bertumpu pada DBHCHT.

”Selain itu, dipastikan program ini berkelanjutan. Artinya, tidak hanya selesai pada pelatihan saja. Akan tetapi, juga dilakukan pendamping pasca peserta ikut pelatihan. Supaya tidak sia-sia,” pesannya. (lil/jup)

 

Editor : Amin Basiri