PAMEKASAN, RadarMadura.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kecipratan anggaran cukup besar dari pemerintah pusat untuk pengembangan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar). Nilainya mencapai Rp 7,9 miliar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Abdul Fata menyebut, lokasi yang diusulkan untuk proyek Segar yaitu di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu.
Daerah tersebut dinilai memiliki potensi besar dengan luasan lahan pegaraman mencapai sekitar 200 hektare.
”Sehingga, pantas kalau di sana diajukan sebagai kawasan Segar,” ungkapnya.
Menurutnya, anggaran miliaran tesebut direncanakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendukung Segar.
Seperti gudang garam nasional, gudang garam rakyat, saluran irigasi air laut, serta mesin penunjang pengolahan.
”Jadi nanti aktivitasnya berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari proses produksi hingga pascaproduksi atau pengolahan hasil produksi,” terangnya.
Fatah mengaku, proyek Segar direncanakan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri atau sekitar akhir Maret hingga awal April.
Dia mengeklaim seluruh tahapan pelaksanaan pekerjaan merupakan kewenangan kementerian.
”Program ini pengajuannya melalui koperasi. Harapannya dengan adanya tambahan fasilitas bisa meningkatkan kualitas, daya simpan, dan nilai tambah garam rakyat,” ujarnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi menilai program tersebut sangat baik. Sebab, beberapa wilayah di Bumi Pamelingan termasuk penghasil garam.
Dengan demikian, dia menekankan agar pemerintah daerah benar-benar melakukan kajian dan pemetaan yang matang.
”Sehingga, proyek strategis nasional tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri