Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kucurkan Miliaran Rupiah untuk JUT, Legislator Minta Realisasi Dipercepat

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 11 Februari 2026 | 06:26 WIB
GRAFIS: RISKY/JPRM
GRAFIS: RISKY/JPRM

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan kembali mengelola anggaran besar untuk peningkatan infrastruktur pertanian.

Fokusnya pada pembangunan jalan usaha tani (JUT) dengan total nilai mencapai Rp 6,9 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), anggaran tersebut dipecah menjadi 56 paket pekerjaan dengan nilai bervariasi. Mulai Rp 46 juta hingga sekitar Rp 200 juta per paket.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi menegaskan, program JUT telah dibahas bersama legislatif.

Karena itu, dia meminta agar penentuan lokasi dan perencanaan proyek benar-benar matang dan berbasis kebutuhan riil petani.

”Jangan sampai salah menentukan titik pembangunan. Harus diukur betul dampaknya terhadap peningkatan produksi dan aktivitas pertanian,” ujarnya.

Menurut Faridi, perencanaan yang berbasis data lapangan akan membuat output dan outcome program benar-benar berdampak pada penguatan ketahanan pangan daerah.

Terlebih, sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas nasional.

Selain aspek perencanaan, Faridi juga mendorong agar realisasi proyek JUT tahun anggaran 2026 dipercepat.

Apalagi, sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) APBD 2025 tercatat cukup besar, yakni sekitar Rp 180 miliar.

”Ini harus dimanfaatkan secara optimal. Langkah-langkah strategis perlu segera disiapkan agar pengelolaan dan belanja APBD 2026 lebih sistematis, terarah, dan tepat sasaran,” katanya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) V itu juga berjanji akan mengawal ketat pelaksanaan proyek JUT yang menelan dana miliaran rupiah tersebut.

Salah satunya melalui evaluasi laporan realisasi secara berkala setiap triwulan.

”Di akhir tahun kami pasti akan melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan terkait kegiatan dinas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Pamekasan Fathorrachman belum bisa dimintai keterangan.

Saat didatangi ke kantornya, dia sedang tidak ada. Saat dihubungi, yang bersangkutan juga tidak merespons. (lil/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Proyek JUT #Peningkatan Infrastruktur #jalan usaha tani #legislatif #komisi ii #dkpp pamekasan #dkpp #Dipercepat #anggaran besar