PAMEKASAN, RadarMadura.id - Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum II Balad Dhaja (Dubaja) Islamic Boarding School (Ibos), Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, menggelar Wisuda XIX, Selasa (3/2) malam.
Terdapat 165 santri yang mengikuti agenda pengukuhan dalam acara tersebut.
Ratusan santri yang diwisuda itu berasal dari lima program yang berbeda. Perinciannya, 13 santri program Maktab Nubdzatul Bayan (Maktubah), program Tahfidzul Quran lima peserta, dan Madrasah Diniyah Tarbiatul Athfal (MDTA) 1 sebanyak 34 peserta.
Selain itu, 81 santri Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) serta Sekolah Tarbiyatul Muta'allimin (STM) 32 peserta.
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur mengatakan, prosesi wisuda merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan para santri.
Wisuda bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda keberhasilan para santri setelah melalui proses panjang pembinaan akademik dan keagamaan di lingkungan pesantren.
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran yang sangat sentral, baik dalam membentuk karakter, kekdisiplinan, maupun menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada para santri.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para alumni dalamxTersebut ik menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah masyarakat.
"Pondok pesantren harus menyesuaikan dan menjawab tantangan zaman. Semoga Ponpes Balad Dhaja bisa menjawab itu dan memberikan ilmu-ilmu terbarukan sehingga bisa bermanfaat untuk agama dan bangsa Indonesia," ucap alumnus Ponpes Dubaja tersebut.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menyebut keberadaan Ponpes Darul Ulum II Balad Dhaja sangat membanggakan.
Meski berada di pedesaan, tapi mampu menghadirkan program-program pendidikan yang berkualitas dan progresif dengan mengolaborasikan pendidikan tradisional pesantren dan sistem pendidikan modern.
"Dengan adanya program-program tersebut, mudah-mudahan Ponpes Darul Ulum II Balad Dhaja bisa mencetak anak didik, santri dan santriwati berkualitas sesuai dengan kebutuhan masa kini," tegasnya.
Baca Juga: Belanja Obat dan Bahan Medis, Dinkes Pamekasan Alokasikan Anggaran Miliaran
Mudirul Ma'had Dubaja Ibos, Kiai Abdus Salam, menegaskan bahwa lembaganya tidak akan kalah bersaing dengan pesantren lain.
Namun demikian, dia tetap menekankan kepada seluruh santri akan pentingnya terus berproses dan memperbaiki diri. Sehingga, kelak mampu menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Insyaallah Dubaja siap bersaing. Karena ada dawuh, kalau hari ini masih sama dengan yang kemarin, maka itu pertanda rugi.
Semoga dengan dukungan semua pihak, Dubaja ke depan tambah maju dan istiqomah," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri