PAMEKASAN, RadarMadura.id – Polres Pamekasan gencar melakukan razia menjelang Ramadan.
Dalam sepekan, Korps Bhayangkara melakukan tiga jenis operasi beruntun di wilayah Pamekasan.
Tidak hanya balap liar (bali), polisi juga menyisir tempat hiburan malam dan peredaran minuman keras (miras).
Polisi melakukan patroli untuk membubarkan bali di sejumlah ruas jalan pada Sabtu (24/1) dini hari.
Polisi mengangkut 31 sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk bali. Pemuda yang diduga terlibat didata petugas.
Setelah itu, polisi melakukan razia hiburan malam pada Rabu (28/1) malam. Sekitar enam lokasi menjadi sasaran operasi. Namun, petugas tak menemukan satu pun pelanggaran.
Operasi berikutnya menyasar peredaran miras pada Jumat (30/1) malam. Razia dipimpin Kabagops Polres Pamekasan Kompol Sahrawi.
Petugas gabungan menyisir warung, kios, hingga lokasi yang dicurigai menjadi titik distribusi miras.
Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengungkapkan, sebanyak 311 botol minuman beralkohol berbagai jenis berhasil diamankan.
Petugas juga mendata toko yang menjual miras tersebut.
Evan menjelaskan, razia miras dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Pamekasan.
Menurutnya, konsumsi alkohol dinilai bisa memicu perkelahian, kriminalitas, hingga kecelakaan lalu lintas.
”Kegiatan seperti ini akan rutin kami lakukan, terutama menjelang Ramadan. Tujuannya, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif serta mencegah dampak negatif dari miras. Baik diri sendiri maupun orang lain,” ulasnya.
Perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat satu balok emas di pundaknya itu juga meminta bantuan sejumlah pihak.
Warga diharapkan terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
”Call Center 110 menyediakan akses cepat, mudah, dan gratis atau selama 24 jam bagi masyarakat yang ingin melaporkan keadaan darurat, tindak kriminal, kecelakaan, bencana, atau gangguan keamanan lainnya,” pesan Evan.
Terpisah, Praktisi Hukum Pamekasan Lukman Hakim mendukung langkah Polres Pamekasan tersebut.
Dia menilai, razia penting dilakukan untuk menjaga ketertiban publik. Namun, dia mengingatkan agar penindakan dilakukan secara konsisten dan transparan.
”Operasi kamtibmas seperti ini sangat perlu dijalankan berkesinambungan, bukan hanya sesaat. Penegakan hukumnya juga harus jelas. Sehingga, diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti