Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

IPM Pamekasan Naik 0,79 Poin, Tertinggi di Madura

Amin Basiri • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:45 WIB
GENERASI EMAS: Sejumlah siswa sedang mengunjungi Perpus M. Tabrani Pamekasan, Senin (26/1).
GENERASI EMAS: Sejumlah siswa sedang mengunjungi Perpus M. Tabrani Pamekasan, Senin (26/1).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pamekasan pada 2025 tercatat naik 0,79 poin.

Angka tersebut meningkat dari 71,64 pada 2024 menjadi 72,43 pada 2025.

Dengan capaian itu, IPM Pamekasan menjadi yang tertinggi di antara empat kabupaten di Pulau Madura.

Perinciannya, IPM Kabupaten Sumenep berada di angka 70,54 poin, Bangkalan 68,15 poin, dan Sampang 67,23 poin.

Kepala BPS Kabupaten Pamekasan Parsad Barkah Pamungkas menyebut, terdapat empat komponen yang mendorong peningkatan IPM.

Yakni, usia harapan hidup (UHH), harapan lama sekolah (HLS), rata-rata lama sekolah (RLS), serta pengeluaran per kapita per tahun.

”Indikator UHH saat lahir naik menjadi 73,85 tahun. Dari sisi HLS juga meningkat menjadi 13,83 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, indikator RLS baru mencapai 7,29 tahun atau setara kelas VII SMP.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat usia 25 tahun ke atas belum menamatkan pendidikan menengah.

Adapun indikator pengeluaran riil per kapita tumbuh 4,03 persen dibandingkan 2024.

Pengeluaran riil per kapita per tahun tercatat naik dari Rp 9,8 juta pada 2024 menjadi Rp 10,2 juta pada 2025.

”Pertumbuhan PPP (purchasing power parity) menjadi komponen yang paling mudah diintervensi untuk mempercepat kenaikan IPM.

Dengan meningkatkan daya beli masyarakat, percepatan peningkatan IPM bisa lebih cepat dicapai,” tegasnya.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, kenaikan IPM merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen.

Capaian tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang perencanaan kebijakan, sinergi lintas sektor, serta komitmen bersama.

Menurutnya, meningkatnya IPM di Kota Gerbang Salam bukan sekadar capaian angka statistik, melainkan cerminan perbaikan kualitas hidup masyarakat secara nyata.

Karena itu, pemkab berkomitmen untuk terus memperkuat program-program strategis agar tren positif tersebut berlanjut.

”Ini merupakan bukti, insyaallah kami tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan anggaran.

Tidak boleh hanya sampai di sini, masih banyak ruang yang belum diisi dan pekerjaan yang belum ditangani,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri
#pamekasan #ipm