PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Tidak semua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Pamekasan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Padahal, mereka sudah mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG). DPRD Pamekasan mengingatkan SPPG agar mematuhi aturan.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan Achmad Syamlan menyebut, ada 95 dapur MBG yang sudah dilakukan penyuluhan keamanan pangan (PKP). Ini termasuk salah satu syarat untuk mendapat SLHS.
Dia menyebut, sisa dua belas dapur yang SLHS-nya belum keluar. ”Yang sudah terbit SLHS 83 dapur, yang belum terbit masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Menurutnya, untuk mendapatkan SLHS harus melalui pengusulan dari SPPG terkait. Setelah laporan diterima, Dinkes Pamekasan akan menindaklanjuti dengan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), pengambilan sampel dan bimtek PKP.
”Kami tidak punya data berapa jumlah total dapur MBG di Pamekasan. Sebab, proses untuk SLHS melalui permintaan ke dinkes,” tegasnya.
Sebelumnya, Senin (19/1), Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menyampaikan bahwa saat ini terdapat 93 dapur SPPG yang beroperasi di Pamekasan.
Jika data tersebut dikaitkan dengan informasi dari dinkes, artinya sepuluh dapur beroperasi tanpa SLHS.
Meski demikian, Hariyanto tidak memberikan respons saat ditanya mengenai puluhan SPPG tanpa SLHS tersebut. Pesan WhatsApp dan telepon dari koran ini diabaikan saat dihubungi kemarin (20/1).
Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli menyebut, program prioritas pemerintah pusat ini memberikan dampak positif pada daerah. Baik dari sisi serapan tenaga kerja maupun perputaran ekonomi.
Meski demikian, legislator Partai Gelora itu menekankan agar seluruh SPPG yang beroperasi mematuhi semua prosedur yang berlaku. Termasuk memiliki SLHS, guna mencegah terjadinya kasus keracunan.
”Kami berharap satgas lebih proaktif, sering turun ke bawah melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan operasional MBG. Jadi harus betul-betul hadir dan konsen untuk pengawasan,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri