PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pengawasan Pasar Kolpajung dikeluhkan pedagang karena dinilai belum maksimal. Itu disampaikan pedagang Abd. Rahman. Dia mengaku kehilangan kotak penyimpanan barang dagangan di dekat kiosnya.
Pria berusia 62 tahun itu mengatakan, kotak tersebut biasa digunakan istrinya untuk berjualan daging ayam. Dia menduga kotak tersebut hilang pada Senin (12/1) malam. Dia mengetahui barang itu hilang keesokan harinya.
Rahman menduga peristiwa tersebut terjadi setelah pihak pasar melakukan bersih-bersih. Kegiatan itu dilakukan menyusul adanya catatan dari Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti terkait kebersihan pasar.
Dia mengaku sudah berupaya mencari keberadaan kotak tersebut. Dia menyisir area sekitar kios dan bertanya kepada pedagang lain.
Bahkan, menanyakan langsung kepada staf dan kepala pasar. Namun, tidak satu pun mengetahui keberadaan barang tersebut.
Upaya lain juga dilakukan dengan meminta pengelola pasar untuk membuka rekaman kamera pengawas atau CCTV. ”Tapi, belum dikasih sampai sekarang,” kata Rahman pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kemarin (20/1).
Kepala Pasar (Kapas) Kolpajung Slamet Efendi mengakui pengawasan pasar belum optimal. Menurut dia, CCTV yang terpasang hanya sekitar 80 titik dan tidak mencakup seluruh area pasar.
Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk pengawasan menyeluruh.
”Selain itu, jumlah petugas keamanan juga terbatas. Saat ini, hanya tiga orang yang bertugas mengamankan seluruh area Pasar Kolpajung,” terangnya.
Terkait kehilangan kotak pedagang, Fendi mengaku belum menerima laporan resmi. Dia membenarkan adanya kegiatan bersih-bersih pasar bersama staf, termasuk pemindahan barang di beberapa titik yang dilarang untuk berjualan.
Sebagai langkah pengamanan, pihak pengelola mengaku telah menutup akses belakang pasar mulai pukul 12.00. ”Kita antisipasi seperti itu agar akses keluar masuk bisa terfokus di bagian depan atau pintu masuk pasar,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri