KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi infrastruktur jalan di Pamekasan banyak yang rusak. Berdasarkan hasil survei kondisi jalan 2025, ruas jalan rusak di Kota Gerbang Salam mencapai 750 kilometer.
”Itu sudah termasuk rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat, dari total ruas jalan kabupaten 1.051 kilometer,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Pamekasan Tri Gunawan kemarin (20/1).
Tahun ini, Pemkab Sampang menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan. Menurut Tri, pagu tersebut tergolong sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk memperbaiki seluruh ruas jalan yang rusak.
Tri menjelaskan, berdasarkan perhitungan, anggaran tersebut hanya cukup untuk menuntaskan sekitar 0,5 persen dari total jalan yang rusak. Jalan yang bisa diperbaiki sekitar lima kilometer ruas jalan yang dapat ditingkatkan.
”Kalau kami tangani semua, membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 triliun,” jelasnya.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Achmad Fauzi menyebut, kecilnya alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan salah satunya disebabkan kondisi fiskal daerah yang kurang baik. Hal ini terjadi karena adanya pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
”Kurang lebih (pengurangannya) di angka Rp 246 miliaran. Itu sangat berimplikasi terhadap pembangunan khususnya di infrastruktur jalan,” tuturnya.
Fauzi mengeklaim, pihaknya telah menekankan kepada OPD teknis terkait untuk menyusun skala prioritas dalam memperbaiki jalan. Kondisi yang benar-benar butuh penanganan harus didahulukan.
”Kami juga mendorong dinas PUPR berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, bagaimana bisa membantu penanganan jalan di Pamekasan,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri