PAMEKASAN, RadarMadura.id - Korban tanah bergerak dan longsor di tiga dusun di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, belum tersentuh bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan beralasan menunggu hasil asesmen.
Fungsional Penata Kelola Perumahan Dinas PRKP Pamekasan Dwi Budayana Eka D mengaku bahwa hingga saat ini belum menerima petunjuk terkait penyaluran bantuan pembangunan rumah bagi korban terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Selain itu juga belum ada proposal bantuan yang masuk ke institusinya.
"Seandainya ada perintah (dari pimpinan, Red.) meskipun tanpa proposal, kami tetap tindak lanjuti", ungkap Dwi.
Baca Juga: Golkar Bantah Kisruh Internal Picu Pergeseran Lokasi Musda
Menurutnya, Pemkab Pamekasan setiap tahun memang rutin menyiapkan anggaran khusus untuk program RTLH bagi korban bencana.
Program ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal. Sehingga dapat menempati rumah yang layak dan aman.
"Kalau memang memenuhi syarat pasti nanti dapat (bantuan RTLH, red.), setelah kami lakukan asesmen ke lapangan", terangnya.
Camat Pasean Mohammad Sukkur mengaku pihaknya sudah berkirim surat ke dinas terkait berkenaan dengan bantuan rumah hunian.
Tidak hanya itu, melalui BPBD Pemakasan pihaknya juga mengajukan proposal bantuan ke pemerintah provinsi.
"Harapannya ada bantuan (RTLH, red), masyarakat terdampak sebanyak 13 KK ingin pindah lokasi, karena takut. Kalau memang ada program itu, kami berharap bisa diberikan untuk 13 unit", sebutnya.
Sukkur mengaku, pemerintah melalui BPBD dan Dinsos Pamekasan, telah mendirikan hunian sementara dan dapur umum untuk korban bencana.
Baca Juga: Nenek Tewas Dalam Sumur 25 Meter, Diduga Menceburkan Diri karena Depresi
Selain itu, pihaknya juga tidak menurutup diri dari bantuan dari pihak luar pemerintah. Sehingga kebutuhan para korban bisa terpenuhi dengan baik.
"Bersama kepala desa, kami mengupayakan bagaimana proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat. Para korban bisa tidur nyaman dan hidup seperti sediakala, "pungkasnya.
Sekadar diketahui, berdasar laporan BPBD Pamekasan, dampak peristiwa tanah bergerak dan tanah longsor yang terjadi di Desa Sana Daja tersebut menyebabkan 16 rumah rusak, 13 di antaranya rusak berat.
Tidak hanya itu, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) atau sekitar 64 jiwa mengungsi. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri