Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nenek Tewas Dalam Sumur 25 Meter, Diduga Menceburkan Diri karena Depresi

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 20 Januari 2026 | 08:18 WIB
SIGAP: Tim evakuasi siap turun ke dalam sumur untuk proses pengambilan jenazah Sutina, warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Senin (19/1). (POLSEK PASEAN UNTUK JPRM)
SIGAP: Tim evakuasi siap turun ke dalam sumur untuk proses pengambilan jenazah Sutina, warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Senin (19/1). (POLSEK PASEAN UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Warga Dusun Duwe’ Pote, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Pamekasan, mendadak diliputi kepanikan.

Suasana pagi yang semula tenang berubah mencekam setelah seorang nenek ditemukan tewas di dalam sumur.

Peristiwa tragis yang menimpa Sutina itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB Senin (19/1).

Kepala Desa Dempo Barat Joko Pranoto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, sebelum kejadian korban diketahui sempat berada di sekitar sumur.

Tak lama berselang, terdengar suara keras seperti benda terjatuh ke dalam sumur.

Merasa curiga, pihak keluarga segera bergegas mengecek sumur yang berada di belakang rumah.

”Setelah dicek, ternyata korban ada di dalam sumur dan sudah dalam keadaan mengambang,” ungkapnya.

Menurutnya, nenek berusia 55 tahun tersebut sebelumnya diketahui memiliki riwayat penyakit lambung.

Seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin kronis. Hal itu diduga memengaruhi kondisi fisik dan mental korban yang membuat kerap mengalami depresi.

Kondisi inilah yang kemudian diduga jadi salah satu faktor penyebab terjadinya peristiwa maut tersebut.

”Setelah ada laporan dari pihak keluarga, kami langsung meneruskan ke Polsek Pasean dan BPBD untuk penanganan lebih lanjut,” terangnya.

Kapolsek Pasean AKP Gunarto menyebut, dugaan sementara, istri Salehoddin tersebut menceburkan diri ke dalam sumur.

Namun, hingga kini tidak ada saksi yang melihat secara langsung peristiwa tersebut.

Para saksi hanya mengaku mendengar suara keras seperti benda terjatuh ke dalam air.

SIGAP: BPBD Pamekasan bersama stakeholder terkait melakukan proses evakuasi korban Sutina, warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Senin (19/1). (MASKUR YASIN UNTUK JPRM)
SIGAP: BPBD Pamekasan bersama stakeholder terkait melakukan proses evakuasi korban Sutina, warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Senin (19/1). (MASKUR YASIN UNTUK JPRM)

Dia menjelaskan, setelah menerima laporan, pihaknya meminta agar proses evakuasi tidak dilakukan secara sembarangan.

Mengingat kondisi sumur yang sudah tua dengan air yang kotor, dikhawatirkan terdapat kandungan gas berbahaya yang dapat mengancam keselamatan.

Kemudian, pihaknya menghubungi Satbrimob dan BPBD Pamekasan untuk membantu proses evakuasi.

”Setelah kami koordinasi dengan keluarga korban, keluarga menolak untuk diotopsi dan hanya minta pemeriksaan luar jenazah, yang ditandai surat pernyataan dari suaminya,” tegasnya.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menyebut, pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (pusdalops PB) menerima laporan pukul 07.00.

Tim piket langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kajian cepat serta asesmen dan evakuasi.

”Kedalaman sumur kurang lebih 25 meter. Proses evakuasi, mulai dari persiapan hingga pengambilan jenazah, kurang lebih satu jam. Sekitar pukul 10.40 korban berhasil ditemukan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” pungkasnya. (lil/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Desa Dempo Barat #Polsek Pasean #tewas #Pusdalops PB #depresi #proses evakuasi #nenek #bpbd #sumur