PAMEKASAN, RadarMadura.id – Intensitas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pamekasan makin mengancam.
Terbaru, bencana longsor terjadi di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Sabtu (17/1).
Hasil laporan asesmen Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat, bencana terjadi di tiga titik. Meliputi Dusun Peseset Timur, Barat Gunung, dan Laok Gunung.
Dampak peristiwa ini, terdapat 16 rumah rusak dan 13 kepala keluarga (KK) atau sekitar 64 jiwa harus mengungsi.
Akses jalan menuju Dusun Laok Gunung juga tertutup akibat material longsor. Total area terdampak diperkirakan mencapai 2.730 meter persegi.
Kepala Desa Sana Daja Uswatun Hasanah mengaku telah mendatangi rumah korban agar mengungsi ke tempat yang aman.
Menurutnya, lokasi tersebut memang masuk wilayah rawan longsor sehingga tidak aman untuk ditempati lagi.
”Kami sangat berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah daerah. Warga saat ini benar-benar membutuhkan dukungan agar bisa segera bangkit,” katanya.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menjelaskan, kerusakan terparah terjadi di Dusun Peseset Timur dengan 10 rumah rusak berat.
Sementara di Dusun Barat Gunung, dua rumah rusak berat dan terancam roboh karena pergerakan tanah.
”Masyarakat yang terdampak mengungsi ke rumah saudara dan kerabatnya karena kondisi rumah sudah tidak layak untuk ditempati dan berpotensi adanya pergerakan tanah susulan,” ungkap Dofir Minggu (18/1).
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum membangun tempat khusus untuk pengungsian warga terdampak.
Pasalnya, para korban lebih memilih tinggal di rumah kerabat atau sanak saudara yang berada di sekitar wilayah tersebut.
”Namun, kami tetap menyiapkan segala sesuatunya. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, seluruh peralatan sudah tersedia dan tinggal dieksekusi,” klaimnya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mendekat ke kawasan terdampak tanah bergerak.
Pasalnya, kondisi tersebut masih sangat rentan dan berpotensi menimbulkan pergerakan tanah susulan. Demi keselamatan, warga diminta menjauh untuk sementara waktu.
”Sambil nanti ada proses penanganan yang konkret dari pemerintah,” tegasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti