Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perempuan Berusia 50 Tahun Tewas di Sumur Sedalam 30 Meter

Amin Basiri • Rabu, 14 Januari 2026 | 16:02 WIB

 

SIGAP: Sejumlah petugas dan warga menutup sumur yang menjadi tempat tewasnya Farida, warga Desa Campor, Kecamatan Proppo, Senin (12/1).
SIGAP: Sejumlah petugas dan warga menutup sumur yang menjadi tempat tewasnya Farida, warga Desa Campor, Kecamatan Proppo, Senin (12/1).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Nasib malang dialami Farida, warga Dusun Durbugan, Desa Campor, Kecamatan Proppo, Pamekasan. Perempuan berusia 50 tahun itu ditemukan tewas di sumur dengan kedalaman kurang lebih 30 meter, Senin (12/1).

Penemuan jasad Farida menggegerkan warga setempat. Sebelumnya, korban sempat dikabarkan hilang pada hari yang sama sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sumur yang sudah tidak digunakan puluhan tahun tersebut.

Salim, salah satu warga setempat mengatakan, istri Badri itu diketahui meninggalkan rumah sejak pukul 03.00.

Kepergian korban tanpa pamit membuat pihak keluarga dan warga sekitar khawatir.
”Almarhumah memiliki riwayat gangguan jiwa.

Hari ini rencananya kontrol ke rumah sakit, tapi sekitar pukul 03.00 sudah menghilang dari rumahnya,” kata Salim saat ditemui koran ini.

Warga pun berinisiatif melakukan pencarian. Upaya pencarian bahkan dilakukan hingga ke perbatasan Kabupaten Sampang.

Sebelum akhirnya korban ditemukan tewas di sumur.
”Sebelumnya tidak ada yang curiga (Farida tercebur sumur). Cuma ada warga yang berinisiatif mau ngecek,” ungkapnya.

Salim mengatakan, ada dua orang yang turun ke bawah sumur. Yang pertama, Dulmukti, sampai tengah tapi menyatakan sudah sesak napas. ”Akhirnya ditarik lagi ke atas,” tuturnya.

Selanjutnya, Hanafi, memberanikan diri untuk masuk ke sumur. Namun, saat mencapai batas permukaan air, dia hanya menemukan sandal.

”Karena tidak kuat, pengap, dan sesak napas, akhirnya langsung ditarik ke atas,” ungkapnya.
Karena peralatan seadanya serta kondisi udara di sumur pengap, warga tidak melanjutkan pencarian.

Selanjutnya, meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan melalui koramil setempat.

Baca Juga: Oknum Dewan Diduga Terlibat Tindak Asusila dan Pesta Miras, Badan Kehormatan Terima Dua Laporan

”Waktu ada petugas BPBD, pengecekan sumur menggunakan peralatan yang lebih lengkap. Kenapa sebelumnya tidak kelihatan? Mungkin di dasar sumur,” sebutnya.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menyampaikan, proses evakuasi baru berhasil setelah memakan waktu kurang lebih tiga jam.

Sementara itu, laporan yang masuk ke Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi sekitar pukul 15.30.

”Sampai di lokasi, tim langsung melakukan kaji cepat dan asesmen. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), proses evakuasi korban juga dibantu oleh Polsek Proppo, Koramil, tenaga kesehatan serta warga setempat. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dikebumikan. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri
#pamekasan #kasus #bpbd #sumur