Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disdikbud Pamekasan Tingkatkan Mutu Layanan, Melalui Percepatan Transformasi Digital dan Peningkatan Kompetensi SDM

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 13 Januari 2026 | 08:07 WIB
Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto.
Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus untuk menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.

Percepatan transformasi digital diwujudkan melalui pemanfaatan berbagai sistem berbasis teknologi informasi dalam layanan administrasi dan manajemen pendidikan.

Digitalisasi tersebut mencakup pengelolaan data pendidikan, layanan kepegawaian, hingga sistem pendukung pembelajaran di sekolah dengan sistem yang terintegrasi.

Dengan demikian, proses kerja menjadi lebih efisien dan minim kendala teknis.

Inovasi terbaru Disdikbud Pamekasan yang akan diterapkan pada 2026 adalah layanan terpadu satu pintu.

Inovasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengakses berbagai layanan administrasi pendidikan.

Dengan menerapkan layanan terpadu satu pintu, seluruh proses pelayanan akan dipusatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Sehingga, dapat meminimalkan birokrasi yang berbelit.

Disdikbud Pamekasan berharap inovasi ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat transparansi. Sehingga, memberikan kepuasan yang lebih baik kepada masyarakat.

”Ini bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Pamekasan berkenaan dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, inovatif, dan lincah untuk pelayanan publik yang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Termasuk UU 37/2008 dan UU 25/2009 tentang Penyelenggaran Pelayanan Publik. Ini menjadi objek pengawasan Ombudsman,” ucap Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto.

Selain itu, Disdikbud Pamekasan juga menggagas beberapa program inovasi di sekolah menengah pertama (SMP) untuk percepatan trasformasi digital.

Mulai dari inovasi Buirma Rapi Berkesan (Gubuk Informasi Manajemen Pembelajaran SMP Berkelas Pamekasan), pencatatan prestasi siswa dan guru berbasis digital, dan Warisan (Warta Penerimaan Siswa Baru Pamekasan).

Termasuk satu inovasi kelanjutan dari tahun sebelumnya, yaitu Sibakimetal (Siswa Baca Kitab Kuning dengan Metode Al Fatih).

”Karena yang kami layani adalah guru dan pelajar,” terangnya.

Khusus bidang pendidikan sekolah dasar (SD), beragam inovasi juga sudah dilakukan.

Yaitu, Guru Menulis untuk peningkatan SDM, implementasi pendidikan inklusif melalui unit layanan disabilitas (ULD) untuk memberikan layanan sepenuh hati.

Juga sedang mengajukan draf regulasi peraturan bupati (perbup) dan peningkatan SDM tenaga pendidik khusus muatan lokal (mulok) bahasa Madura.

”Karena mulok bahasa Madura itu wajib. Di Pamekasan belum ada guru yang memenuhi kualifikasi akademik. Karena itu, dinas hadir dengan program Uji Kemahiran Bahasa Madura (UKBM) untuk guru mapel bahasa Madura,” tegasnya.

Selanjutnya di bidang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal (PNF), juga akan digagas pengembangan sebuah website bersama yang dapat diakses sebagai basis satu data profil.

Diharapkan seluruh satuan PAUD dan PNF termotivasi untuk melek digital serta terbiasa mendokumentasikan seluruh kegiatan dan data secara tertib.

"Mulai dari identitas lembaga, nama guru dan peserta didik, hingga program-program kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Terkait PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), kalau 2025 lalu tahap sosialisasi, tahun ini kami lebih ke aplikasi,” terangnya.

Sementara itu, untuk pengembangan dan peningkatan pelayanan di bidang tenaga kependidikan, Disdikbud Pamekasan telah merancang berbagai program inovasi.

Salah satunya melalui penerapan aplikasi SIDAGU (Sistem Informasi Data Guru).

"Aplikasi ini bertujuan untuk menyinkronkan data guru yang ada di sekolah dengan data di dinas yang selama ini masih dikelola secara manual," paparnya.

Selain itu, SIDAGU juga memuat seluruh profil guru yang ada di Kota Gerbang Salam secara lengkap dan terintegrasi. Sehingga, memudahkan penyesuaian berbagai kebutuhan yang diperlukan.

Baca Juga: Toyota Hilux 4x4 2026 Tampil Lebih Garang di Indonesia, Mesin Diesel 2.4 Liter Jadi Andalan, Harga Mulai Rp414 Juta

”Insyaallah tahun 2026 kami juga ada aplikasi SIMCUAN (Sistem Informasi Manajemen Cuti ASN),” tuturnya.

Untuk di bidang kebudayaan, Disdikbud Pamekasan juga merancang berbagai inovasi melalui program revitalisasi budaya, salah satunya dengan menggelar pelatihan kreator konten muda dari kalangan Generasi Z.

Program ini bertujuan untuk melestarikan budaya Madura, khususnya Pamekasan, yang mulai banyak dilupakan, sekaligus menyelamatkan potensi budaya lokal agar tidak terdegradasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.

”Kami juga mendorong pengembangan museum virtual dan festival budaya virtual. Tujuannya, untuk memvisualisasikan koleksi museum semenarik mungkin. Sehingga, mampu menarik minat generasi muda dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Disdikbud Pamekasan #SIDAGU #tata kelola pemerintahan #warisan #program inovasi #Sibakimetal #peningkatan pelayanan #pelayanan publik #Buirma Rapi Berkesan #sdm #Percepatan Transformasi Digital #SIMCUAN