PAMEKASAN, RadarMadura.id - Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Dalam satu tahun, Madura Islamic University (MIU) itu mencatat lompatan besar.
Mulai dari transformasi status kelembagaan, prestasi akademik berskala nasional, hingga penguatan sumber daya manusia dan riset.
Deretan capaian tersebut menandai babak baru perjalanan UIN Madura sebagai perguruan tinggi Islam yang kian matang.
Capaian paling fundamental adalah alih status dari IAIN Madura menjadi UIN Madura. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sabtu (29/11).
Perubahan status tersebut sekaligus memperluas mandat akademik kampus, membuka ruang pengembangan keilmuan lintas disiplin yang lebih luas. Rektor UIN Madura Dr Saiful Hadi, M.Pd menegaskan, transformasi tersebut merupakan hasil kerja panjang seluruh sivitas akademika.
”Tahun 2025 adalah tahun konsolidasi dan kerja keras. Banyak ikhtiar yang akhirnya berbuah capaian penting bagi institusi.
Tentu, ini adalah hasil kolektif kolegial seluruh pihak yang bersama-sama mendukung perubahan baik di UIN Madura, ujar Saiful.
UIN Madura juga mencatat prestasi nasional dengan meraih Rekor Muri.
Penghargaan itu diberikan atas karya transliterasi terjemah Al-Quran berbahasa Madura ke dalam aksara Carakan Madura.
Karya tersebut dinilai tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga menjadi upaya serius pelestarian bahasa dan budaya lokal.
Di bidang akademik, penguatan kualitas sumber daya manusia juga berjalan signifikan. Sepanjang 2025, UIN Madura memperoleh tambahan tiga guru besar, sehingga jumlah profesor terus bertambah.
Selain itu, kampus ini resmi membuka program doktor (S-3) pertama di Madura, menandai penguatan pendidikan pascasarjana dan riset lanjutan.
Kampus Taneyan Lanjang itu juga menegaskan identitas keilmuannya melalui penyelenggaraan International Conference on Islamic Studies (Iconis) ke-9, yang melahirkan Madura Charter.
Dokumen tersebut menjadi deklarasi akademik integrasi Islam, budaya Madura, dan sains.
Seiring alih status kelembagaan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pun bertransformasi dari LSP IAIN Madura menjadi LSP UIN Madura.
Hal itu sebagai bagian dari penguatan daya saing lulusan. Seluruh capaian ini menunjukkan bahwa UIN Madura tidak berjalan di tempat. Kami terus bergerak dan tumbuh, tegasnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri