foto-foto DPRK PAMEKASAN UNTUK JPRM
f-spald afg (1)
BERWARNA: Pembangunan bilik toilet di Kecamatan Galis.
PAMEKASAN, RadarMadura.id - Sepanjang 2025, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan membangun kebutuhan dasar warga melalui pembangunan infrastruktur permukiman.
Dari paving jalan lingkungan hingga sanitasi. Pekerjaan difokuskan pada sektor yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Plt Kepala DPRKP Pamekasan Muharram mengatakan, salah satu program dengan volume terbesar adalah pavingisasi.
Dari total 684 titik yang direncanakan, sebanyak 631 titik berhasil direalisasikan dan tersebar di berbagai desa.
Menurut dia, paving menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses dan aktivitas warga.
Selain itu, DPRKP Pamekasan juga mengerjakan pembangunan drainase di 23 titik.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperbaiki aliran air lingkungan sekaligus mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman padat.
Drainase ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan,” ujar Muharram.
Program rumah tidak layak huni (RTLH) turut menjadi perhatian. Sepanjang 2025, DPRKP Pamekasan membangun dan merehabilitasi 47 unit rumah milik warga berpenghasilan rendah.
Muharram menegaskan, program ini bertujuan memastikan masyarakat memiliki hunian yang aman dan layak.
Di sektor sanitasi, DPRKP Pamekasan menggarap sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) terpusat skala permukiman berbasis masyarakat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.
Program tersebut dilaksanakan di 20 desa, masing-masing desa mendapat 25 unit berupa bilik toilet, tangki septik individu, grease trap, dan resapan.
Tak hanya dari DAK, peningkatan SPALD juga dilakukan melalui APBD 2025.
Muharram menyebut, program ini menyasar 31 desa dengan jumlah unit bervariasi, mulai 10 hingga 20 unit per desa, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi wilayah.
Program sanitasi juga menjangkau lembaga pendidikan dan sosial. DPRKP membangun fasilitas sanitasi di 19 pondok pesantren dan yayasan.
Pekerjaan di pesantren meliputi pembangunan MCK dan tangki septik (IPAL). Sementara, di desa tetap berupa unit toilet dan pengolahan limbah individu.
Muharram menegaskan, seluruh program tersebut dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
”Kami fokus pada infrastruktur permukiman yang sederhana, tapi manfaatnya dirasakan luas. Dari jalan lingkungan, rumah layak huni, sampai sanitasi, katanya.
Dia menegaskan, capaian sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa pembangunan permukiman tidak selalu harus besar, tetapi harus tepat sasaran.
Yang kami kerjakan adalah kebutuhan dasar warga. Itu yang kami jahit satu per satu di lapangan, pungkasnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri