Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penyaluran MBG di Hari Libur Natal dan Tahun Baru Beberapa Sekolah Memilih Tidak Mengambil

Amin Basiri • Sabtu, 27 Desember 2025 | 01:39 WIB
BAHAGIA: Penyaluran MBG untuk ibu hamil, menyusui, dan balita di Barurambat Timur, Pademawu, Pamekasan, Kamis (25/12).
BAHAGIA: Penyaluran MBG untuk ibu hamil, menyusui, dan balita di Barurambat Timur, Pademawu, Pamekasan, Kamis (25/12).

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan selama libur perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Namun, pelaksanaannya di lapangan tidak efektif, tidak semua sekolah menerima.

Di Kabupaten Pamekasan, tidak semua sekolah menerima program nasional tersebut selama masa libur. Di antaranya SMAN 2 Pamekasan dan SDN Jungcangcang 1.

Penyebabnya, penyaluran MBG untuk peserta didik bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dan penyedia layanan.

Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin menyampaikan, pihaknya memilih meniadakan penerimaan MBG selama libur sekolah. "Untuk hari libur, kami tiadakan,” ujarnya kemarin (25/12).

Hal serupa disampaikan Kepala SDN Junfcangcang 1 Ahmad Rifai.

Dia menyebut, anak didiknya sudah tidak menerima MBG sejak libur sekolah yang dimulai Senin (22/12). "Kalau sebelumnya, saat sekolah aktif, ada,” ungkapnya.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menjelaskan, secara kebijakan, penyaluran MBG saat hari libur tetap berjalan.

Mekanismenya, Senin dan Kamis menu basah (omprengan), Selasa dan Rabu menu kering, serta Jumat dan Sabtu menu ringan.

"Hanya saja di lapangan, karena hari libur, atas permintaan sekolah dibuatkan berita acara apabila ingin menerima menu ringan,” tuturnya.

Hariyanto membenarkan, selama masa libur tidak semua sekolah di Pamekasan menerima MBG.

Sebab, tidak ada unsur paksaan dalam program tersebut. Seluruhnya bergantung pada kesepakatan antara lembaga pendidikan dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur.

"Kalau MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Namun, Hariyanto mengaku tidak mengantongi data pasti jumlah sekolah dan peserta didik yang tidak menerima MBG selama libur.

Data riil sepenuhnya berada di masing-masing SPPG.

"Tidak ada data spesifik penerima MBG di kami. Lebih jelasnya di masing-masing SPPG atau dapur, karena sistemnya per SPJ.

Untuk dapur yang beroperasi di Pamekasan kurang lebih ada 90,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Humairah Sejahtera Blumbungan Zairosi menyebut selama libur Nataru dapurnya hanya mendistribusikan MBG kepada 1.425 penerima.

Jumlah tersebut mencakup siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

"Penyaluran tiap hari sesuai permintaan sekolah. Kalau yang berkenan tetap dikirim. Kalau tidak, kami tidak mendistribusikan,” katanya.

Terpisah, Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman Fikri Muttawakil mengungkapkan, dapurnya juga tidak mendistribusikan MBG sesuai kuota sebelum libur Nataru.

Hanya sebagian sekolah yang meminta penyaluran tetap dilakukan, selain untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

"Total pendistribusian selama liburan sebanyak 72 paket untuk siswa dan 908 paket untuk bumil, busui, serta balita,” pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak 2.228 siswa lainnya baru akan menerima MBG setelah kegiatan belajar mengajar kembali aktif. Menu yang akan disalurkan berupa menu kering. (lil/han)

Editor : Amin Basiri
#Mbg #pamekasan #nataru #libur