Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bencana Hidrometeorologi Mengancam Pamekasan, Sehari Longsor di Dua Titik

Amin Basiri • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:32 WIB
BPBD Pamekasan bersama tim sedang melakukan proses penanganan tanah longsor di akses Jalan Kabupaten, di Desa Sumber Waru, Senin (22/12).
BPBD Pamekasan bersama tim sedang melakukan proses penanganan tanah longsor di akses Jalan Kabupaten, di Desa Sumber Waru, Senin (22/12).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Bencana hidrometeorologi mulai mengancam wilayah Kabupaten Pamekasan.

Ancaman itu seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, dalam kurun satu hari, Senin (22/12), bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di dua titik berbeda.

Camat Waru Dwi Norkholis Ikhwan mengatakan, dua titik longsor tersebut terjadi di Desa Sumber Waru dan Desa Waru Timur.

Longsor di Desa Sumber Waru terjadi sekitar pukul 16.30 dan sempat menutup sebagian akses jalan kabupaten.

”Penanganan langsung dilakukan menggunakan anggaran APBD dan dibantu PU Provinsi. Pengerjaan baru selesai sekitar pukul 23.00 karena di lokasi tersebut terdapat dua titik longsoran yang terjadi bersamaan ", ungkapnya.

Sementara itu, longsor di Desa Waru Timur terjadi sekitar pukul 15.00.

Peristiwa tersebut mengakibatkan jalan desa di Dusun Tanah Merah ambles sebagian, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

”Belum ada penanganan lanjutan. Namun, masyarakat setempat sudah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi, tuturnya.

Selain tanah longsor, hujan deras yang disertai angin kencang juga menyebabkan satu pohon tumbang di Dusun Cok Gunung Barat, Desa Waru Barat. Pohon tersebut menimpa salah satu rumah warga.

”Kami mengimbau masyarakat Waru, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, agar tetap berhati-hati dan melakukan antisipasi sejak dini, pesannya.

Sebelumnya, hujan deras yang terjadi pada Minggu (21/12) juga memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir di Kota Gerbang Salam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat empat desa terdampak, yakni Desa Kramat dan Ambat di Kecamatan Tlanakan, Desa Jalmak di Kecamatan Pamekasan, serta Desa Karang Anyar di Kecamatan Proppo.

”Kami juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir agar tetap waspada serta mengikuti arahan BPBD maupun BMKG.

Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Desember, pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri
#bencana #pamekasan #bmkg