Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nihil Lahan, KMP Belum Bangun Gerai

Amin Basiri • Jumat, 19 Desember 2025 | 01:19 WIB
TEGAS: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dalam sesi wawancara bersama media di Pendopo Ronggosukowati, Rabu (17/12).
TEGAS: Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dalam sesi wawancara bersama media di Pendopo Ronggosukowati, Rabu (17/12).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Ratusan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Pamekasan sudah di-launching sejak Senin (21/7).

Namun, hingga saat ini, dari 189 desa dan kelurahan yang ada di Kota Gerbang Salam, baru sembilan yang beroperasi.

Sampai saat ini belum ada satu pun KMP yang memiliki gerai.

Dinas koperasi usaha kecil menengah dan tenaga kerja (diskop UKM naker) mencatat, dari 147 koperasi yang baru selesai dibangun, 15 di antaranya belum punya lahan.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berkomitmen untuk terus menggenjot pengoperasian KMP di wilayahnya.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah menempatkan kepala desa dan lurah sebagai koordinator program prioritas nasional tersebut.

Koperasi desa di-handle oleh kepala desa, ini satu-satunya di Indonesia. Tapi, bukan berarti kepala desa yang membangun, karena aturannya memang tidak boleh cawe-cawe, ucap Bupati Kholil.

Menurutnya, peran kepala desa dalam program KMP bukan sebagai pelaksana pembangunan fisik, melainkan hanya koordinator di wilayah masing-masing.

Langkah ini diambil agar desa benar-benar menjadi tuan rumah dalam pembangunan ekonomi lokal.

”Peran kepala desa mengoordinasikan, memastikan berjalan, dan menjadi tuan rumah. Pola ini diharapkan memperkuat rasa memiliki, tegasnya.

Orenag nomor satu di Kota Gerbang Salam itu juga berharap, KMP di Pamekasan mampu memperkuat ekonomi desa.

Baginya, kepala desa harus hadir sebagai penggerak dan penghubung untuk menyukseskan program KMP.

Kalau ini berjalan baik, koperasi desa bisa benar-benar menjadi milik masyarakat, tegasnya.

Sementara itu, Pj Sekkab Pamekasan, Taufikurrachman, mengklaim hampir seluruh desa sudah clear membangun gerai.

”Hanya Desa Tamberu yang menjumpai rkendala karena tidak memiliki tanah kas desa. Di Pasean ada dua desa yang sempat kesulitan mencari lokasi, namun sekarang sudah ada solusi, pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri