SUMENEP, RadarMadura.id - Ribuan calon aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paro waktu di lingkungan Pemkab Pamekasan dijadwalkan akan dilantik pada Rabu (17/12)
Namun, terdapat belasan calon abdi negara yang gagal diambil sumpahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, terdapat 16 orang yang gagal dilantik.
Perinciannya, 3 orang meninggal dan 13 orang lainnya mengundurkan diri dengan beragam alasan.
Mulai dari lulus PPPK di kementerian dan ada ikut keluarga ke luar Madura.
Sebelumnya sudah dinyatakan lulus. Tapi, memilih mengundurkan diri sebelum pengajuan nomor induk pegawai (NIP), kata Kabid Pengadaan Pembinaan dan Informasi Kepegawaian (PPIK) BKPSDM Pamekasan Mustain Ramli.
Belasan calon ASN yang gagal dilantik hari ini tersebut tersebar di berbagai instansi.
Perinciannya, satu orang masing-masing di dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata (disporapar) dan dinas kesehatan (dinkes).
Selain itu, dua pegawai di dinas koperasi usaha kecil menengah dan tenaga kerja (diskop UKM naker) dan dinas lingkungan hidup (DLH).
Kemudian tiga pegawai di lingkungan dinas pendidikan dan kebudayaan (dispendikbud).
Sementara, empat orang lainnya yang memundurkan diri berasal dari Kelurahan Kangenan, RSUD Waru, dan dari UPT Puskesmas Batumarmar.
”Untuk tiga orang yang meninggal, dua pegawai dari dispendikbud dan satu pegawai dari DLH, ulasnya.
Mustain menyebutkan, semula institusinya mengajukan NIP untuk 4.176 orang. Namun karena ada yang meninggal dan mengundurkan diri, maka total pegawai yang mendapat NIP PPPK paro waktu dan akan dilantik menjadi 4.160 orang.
Tenaga teknis 2674 orang, tenaga kesehatan 764 orang, dan guru 722. Sudah final, tidak ada perubahan lagi, pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri