Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penonton Festival Tongtong Jadi Korban Pencopetan Dipakai si Pencopet untuk Lakukan Aksi Penipuan

Amin Basiri • Senin, 15 Desember 2025 | 23:11 WIB
JADI ATENSI: Bagus Okaran Saputra, warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, menunjukkan bukti laporan dan dusbuk HP miliknya di Polres Pamekasan, Minggu (14/12).
JADI ATENSI: Bagus Okaran Saputra, warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, menunjukkan bukti laporan dan dusbuk HP miliknya di Polres Pamekasan, Minggu (14/12).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Festival Musik Daul yang diselenggarakan di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (13/12) malam tercoreng.

Dua penonton pertunjukan itu menjadi korban pencopetan. Kasus itu telah dilaporkan ke Polres Pamekasan.

Ibrahim, warga Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, mengaku datang ke Kota Gerbang Salam untuk menyaksikan festival musik daerah itu. Saat dirinya asyik menyaksikan musik itu, tiba-tiba terdengar petasan.

Sontak, para penonton kocar-kacir dan berdesak-desakan.

Saat situasi mulai kembali kondusif, HP Samsung Galaxy A06 miliknya yang ditaruh di saku celana bagian kanan raib dicopet orang.

Mereka sepertinya berkelompok, tidak hanya satu orang. Saya langsung lapor semalam, tapi karena tidak membawa dusbuk HP, disuruh balik lagi, ungkap pria kelahiran 2006 itu kemarin (14/12).

Ironisnya, HP miliknya kemudian dijadikan alat oleh si pencopet untuk melakukan aksi penipuan dengan mengirim pesan ke semua kontak yang ada.

Bahkan, salah satu keluarganya sudah menjadi korban dengan mentransfer uang sebesar seratus ribu rupiah.

Sepertinya dibobol, karena pelaku bisa mengakses WhatsApp. Saya melapor dengan harapan segera terungkap.

Karena yang jadi korban banyak, kurang lebih ada sekitar empat sampai lima orang, ungkapnya.

Nasib serupa juga dialami Bagus Okaran Saputra. HP Realme Note 70 warna beach gold milik warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, tersebut hilang saat nonton festival tongtong di Jalan Masegit, tepatnya di sisi utara Taman Arek Lancor.

Sebelum jadi korban pencopetan, Bagus mendapati sekelompok orang yang tiba-tiba menyalakan petasan di tengah kerumunan.

Pada saat itulah warga yang nonton panik dan pelaku diduga menjalankan aksinya dengan menarik HP yang ditaruh sebelah kanan kantong celananya.

Ini sudah membuat nama baik Pamekasan tercemar.

Informasinya setiap ada tontonan selalu ada aksi copet. Harapan kami pihak kepolisian bisa bertindak cepat dan tegas, pungkasnya. (lil/jup) 

Editor : Amin Basiri