SAMPANG, RadarMadura.id - Nasib malang menimpa Nowaria Nada (NN), bocah 5 tahun asal Dusun Gua Panas, Desa Tambak, Kecamatan Omben, Sampang.
Dia ditemukan tewas diduga tersengat arus listrik saat mengecas handphone (HP) tanpa pengawasan orang tua, Kamis (11/12) siang.
Kapolsek Omben Polres Sampang Iptu Sujinarto membenarkan insiden yang menewaskan balita tersebut. Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 di rumah korban.
”Benar, namun saat peristiwa terjadi, kami tidak langsung menerima laporan dari warga, ujarnya.
Sujinarto menjelaskan, sebelum kejadian korban berpamitan kepada kakeknya, Toraji, untuk mandi.
Sebab, hendak berangkat ke madrasah. Saat itu sang kakek berada di surau.
Korban kemudian masuk ke kamar untuk mengecas HP miliknya. Namun, setelah beberapa waktu, dia tidak kunjung keluar. Nenek korban, Salamah, lantas memeriksa kondisi cucunya.
”Ketika dicek, neneknya terkejut karena korban sudah tergeletak kaku dalam kondisi telentang sambil memegang HP yang sedang dicas, tuturnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat tersengat arus listrik.
Dugaan tersebut dikuatkan dengan posisi korban yang masih memegang HP terhubung ke charger saat ditemukan.
Diketahui, sehari-hari NN tinggal bersama kakek dan neneknya karena kedua orang tuanya merantau ke Malaysia.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa itu sebagai musibah dan tidak melanjutkan proses hukum.
Polsek Omben mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan. Terutama ketika anak bermain atau menggunakan HP dalam kondisi sedang dicas.
”Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang, tandas Sujinarto. (bai/han)
Editor : Amin Basiri