PAMEKASAN, RadarMadura.id - Kondisi lantai dua gedung mal pelayanan publik (MPP) memprihatinkan.
Sebagian besar atap mengalami kebocoran, sementara plafon bangunan yang diresmikan pada 2019 itu banyak yang ambruk, baik di ruang dalam maupun di aula dan sisi luar bangunan.
Gedung yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur tersebut seharusnya direhabilitasi tahun ini dengan anggaran mencapai Rp 2,9 miliar.
Namun proses tender yang dibuka pada Agustus lalu itu tidak berjalan mulus. Tujuh rekanan yang mengajukan penawaran dianggap tidak memenuhi persyaratan.
Namun, pekerjaan konstruksi yang menjadi tanggung jawab dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP) itu direncanakan akan dibuka tender ulang pada bulan ini.
Pengerjaan proyeknya tidak memungkinkan dilakukan tahun ini dan baru akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setkab Pamekasan Moh. Bachtiar Eko Firmansyah mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima dokumen persiapan dari OPD teknis terkait.
Akibatnya, proses pembukaan tender ulang belum bisa dilaksanakan.
Info sementara yang kami dapat, akan diusahakan ditender di bulan ini, ungkapnya.
Dia mengeklaim DPRKP sudah melakukan konsultasi terkait dengan pembukaan tender proyek MPP tersebut.
Namun, terkait kepastian jadwal pembukaan tender belum diketahui karena masih menunggu kesiapan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Tinggal menunggu dokumen perencanaan itu, ada gambar, rencana anggaran biaya (RAB), rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) itu dokumennya.
Kami pelajari dulu, tidak langsung ditender, terangnya.
Sementara itu, Plt DPRKP Pamekasan Muharram enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi mengenai pembukaan tender ulang tersebut.
Dia hanya memastikan bahwa tender proyek senilai miliaran rupiah itu akan dibuka bulan ini, namun tidak memerinci kapan dokumen tender akan diajukan ke bagian barjas.
Iya, akan dibuka bulan ini. Nanti lebih terperincinya kami akan sampaikan, singkat pejabat yang juga menjabat sebagai kepala dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) itu.
Sekadar diketahui, berdasar penelusuran melalui laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pamekasan, pekerjaan konstruksi itu dilelang dengan nomor tender 10043449000. Tender proyek senilai Rp 2,9 miliar itu diikuti oleh 54 peserta.
Namun, hanya tujuh rekanan yang mengajukan penawaran dan hasil evaluasinya dinilai tidak memenuhi syarat. Perinciannya, CV Kalindo, CV Lentera Sang Surya, CV Tujuh April, CV Indrajaya Kontraktor, CV Surya Abadi, CV Prabu Alam dan CV Lembu Mas. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri