PAMEKASAN, RadarMadura.id - Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menyisakan polemik.
Terbaru, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Madani-CV Wahyu Kalisari menyetop sementara pendistribusian menu makanan.
Informasinya, dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) tidak cair.
Berdasar data yang dihimpun media ini, dapur yang beralamat di Dusun Ragang, Desa Tlanakan, sudah tidak beroperasi sejak Selasa (25/11).
Dampaknya, 2.000 lebih pelajar tidak lagi menikmati program nasional tersebut.
Kepala SPPG Yayasan Al-Madani Tlanakan, Salman Rifki, tidak banyak berkomentar terkait penghentian sementara penyaluran MBG tesbut.
Namun, dia tidak menampik penyetopan tersebut karena anggaran MBG dari pusat tidak cair.
Iya, benar. Kalau untuk informasi lebih detail lebih dulu mengirimkan surat ke BGN, ungkapnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif mengeklaim penghentian sementara aktivitas SPG di Pamekasan murni karena dana tidak turun.
Masalah tersebut sudah dilaporkan ke BGN pusat secara online.
Update terakhir ada dua yang tidak cair, Yayasan As-Salman Buddagan, Pademawu, dan Yayasan Al-Madani Tlanakan, ungkapnya.
Harianto mengaku tidak mengetahui secara detail penyebab keterlambatan pencairan dana MBG.
Alasannya, urusan anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Namun, berdasar informasi yang diterima di BGN pusat sedang terjadi rotasi pimpinan.
Mungkin itu salah satu faktor yang menyebabkan pencairan dana di beberapa SPPG di Pamekasan mengalami keterlambatan, pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri