PAMEKASAN, RadarMadura.id – Desas-desus dugaan penggelapan bantuan di Kecamatan Waru belum dapat dipastikan sebagai kasus program keluarga harapan (PKH). Sebab, proses penelusuran masih berlangsung hingga Selasa (2/12).
Korwil PKH Jawa Timur VI Hanafi meminta identitas lengkap korban. Terutama, nomor induk kependudukan (NIK). Hal ini bertujuan untuk memastikan jenis bantuan yang sebenarnya diterima oleh pihak korban.
Hanafi menegaskan bahwa verifikasi berbasis NIK diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengategorikan program bantuan. Menurut dia, tidak semua penerima bantuan otomatis tercatat sebagai KPM PKH.
”Insyaallah (satu korban, Red) hanya penerima bantuan sembako saja, bukan penerima bantuan PKH,” kata Hanafi. Temuan tersebut membuat penelusuran kasus di Kecamatan Waru harus diperinci kembali dari awal.
Meski demikian, Hanafi memastikan pihaknya tetap akan mendalami informasi tersebut. Dia menyebut pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah benar ada penyimpangan penyaluran bantuan, baik PKH maupun program bantuan sosial lainnya.
Kasus ini mencuat setelah dua warga Desa Tampojung Tenggina, Kecamatan Waru, Liyas, 59, dan Misnari, 49, diduga tidak lagi menerima bantuan secara utuh. Keduanya disebut hanya sekali menerima bantuan, selebihnya tidak lagi mendapatkan pencairan.
Dugaan tersebut kemudian dilaporkan oleh Achmad Salim ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam bentuk aduan masyarakat. Laporan itu diajukan karena adanya kecurigaan bahwa bantuan yang semestinya diterima korban tidak sampai ke tangan penerima.
”Laporan ini dilakukan agar ada kejelasan hukum sekaligus kepastian soal alur penyaluran bantuan. Kami berharap aparat penegak hukum (APH) menelusuri apakah dugaan penggelapan benar terjadi atau tidak,” harapnya.
Di tingkat daerah, Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan juga mengaku baru mengetahui adanya laporan tersebut. Informasi itu disampaikan oleh Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Agus Wijaya, Senin (1/12).
”Saya baru dengar info ini karena memang tidak ada laporan yang masuk ke saya. Tetapi, nanti akan saya teruskan kepada pimpinan terkait dugaan penggelapan PKH yang terjadi di Kecamatan Waru,” tukas pria berkacamata itu. (afg/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti