SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) mewacanakan pembangunan Sentra Garam Rakyat (Segar). Inisiatif itu diproyeksikan terealisasi tahun depan.
Kepala Diskan Pamekasan, Abdul Fata melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Luthfie Asy’ari mengklaim telah berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tujuannya untuk sinergitas program prioritas daerah dengan pusat.
”Salah satunya terkait dengan pembangunan sentra ekonomi garam rakyat (Segar). Proyeksi realisasinya 2026,” kata Lutfie.
Pembangunan Segar merupakan bagian dari percepatan pembangunan pergaraman nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 17/2025.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada kepastian terkait lokasi yang akan menjadi kawasan pembangunan Segar.
Menurutnya, penetapan lokasi pembangunan Segar akan melalui beberapa tahapan yang langsung dilaksanakan oleh tim dari pemerintah pusat.
Salah satunya terkait dengan verifikasi kesiapan lokasi sasaran program nasional tersebut.
”Kalau di Pamekasan yang menjadi sentra produksi garam hanya di tiga kecamatan, Galis, Pademawu dan Tlanakan. Belum ditetapkan, masih menunggu kabar,” tegasnya.
Dia mengaku, pembangunan Segar akan berdampak besar pada perekonomian petambak garam di Pamekasan.
Karena kegiatan sentra ini mencakup seluruh rantai dari hulu hingga hilir, meskipun anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 10 miliar.
”Kalau sentra nanti usulan dan pengelolaannya koperasi. Karena bantuan langsung dari pusat kepada koperasi,” terangnya.
Afthoni Ilman Fahmi, petani garam Desa Lembung, Kecamatan Galis, menyambut baik wacana pembangunan Segar di Kota Gerbang Salam.
Menurutnya, dengan hadirnya Segar, pengelolaan garam bisa dilakukan secara lokal tanpa harus dikirim jauh ke luar daerah.
”Harganya bisa bersaing, dan akan semakin mahal. Dampaknya sudah pasti untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Karena sejauh ini secara kualitas garam itu terbaik di Indonesia,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri