PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan pesimistis bisa memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar.
Pasalnya, target dinaikkan dari Rp 2,4 miliar menjadi Rp 3,4 miliar.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, menyatakan, per Senin (24/11), realisasi PAD pasar sudah mencapai Rp 2,1 miliar.
"Artinya, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, kami masih harus mengejar Rp 1,3 miliar untuk memenuhi target,” ujarnya.
Handiko mengaku, kenaikan target ditetapkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD).
"Sebagai OPD penghasil, kami hanya berkewajiban menjalankan keputusan tersebut. Kami tetap optimis meski potensi ada keterbatasan,” tambahnya.
PAD pasar Pamekasan bersumber dari 13 pasar yang dikelola pemkab, dengan target berbeda sesuai potensi.
Kendala tiap pasar berbeda, termasuk tidak semua pasar beroperasi setiap hari.
Untuk dua bulan ke depan, pihaknya fokus mengejar PAD dari restribusi kios, karena potensi hamparan menurun akibat pedagang tidak selalu berjualan.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Nadi Mulyadi, mengaku belum mengetahui kenaikan target PAD pasar dalam PAK 2025.
Menurutnya, kenaikan Rp 3,4 miliar lebih realistis untuk proyeksi 2026. "Kalau target dinaikkan Rp 1 miliar dalam tiga bulan, rasanya kurang masuk akal.
Tapi apapun alasannya, kalau itu sudah menjadi target, harus tercapai,” tegasnya.
DPRD mendorong Disperindag maksimal memanfaatkan potensi PAD yang ada, mengingat berbagai piranti dan skema pendukung sudah disiapkan. Apalagi, masih ada waktu untuk memaksimalkan. (lil/han)
Editor : Amin Basiri