PAMEKASAN, RadarMadura.id - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pamekasan memastikan tidak mengirim atlet pada Kejurprov II Panjat Tebing Jawa Timur yang digelar di Tuban pada Selasa–Sabtu (18–22/11).
Ketiadaan wakil dari Pamekasan terjadi karena belum ada atlet yang dinilai siap tampil di level kompetisi provinsi itu.
Ketua FPTI Pamekasan Eka Riyono mengatakan, keputusan itu diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi teknik, fisik, dan jam terbang para atlet muda yang saat ini tengah dibina.
Dia mengakui belum ada atlet yang benar-benar siap dalam kompetisi tingkat regional itu.
Menurut Eka, absennya Pamekasan bukan pertanda pembinaan terhambat. Justru, proses peningkatan kemampuan atlet tengah digenjot pasca pelaksanaan Kompetisi Panjat Tebing Antar Pelajar KORMI Cup 2025 pekan lalu.
Ajang itu menjadi titik awal pencarian talenta muda yang akan dipoles secara bertahap.
Eka menegaskan bahwa FPTI Pamekasan tengah fokus memperkuat fondasi teknik dan mental atlet agar bisa tampil kompetitif pada tahun-tahun mendatang.
”Masih banyak ruang untuk bertanding. Kami menyiapkan atlet untuk event yang lebih tepat sasaran, bukan tergesa-gesa, tegasnya.
Agenda penting sudah menanti pada 2026. Mulai dari Forprov Jember, Popda, hingga Fornas di Sulawesi Tenggara.
FPTI Pamekasan menargetkan atlet hasil pembinaan tahun ini bisa turun di ajang-ajang tersebut dengan kesiapan yang lebih matang.
Eka menilai proses pembinaan yang sabar dan terarah akan menghasilkan dampak lebih kuat dibanding memaksa atlet tampil sebelum waktunya.
”Kami ingin atlet Pamekasan benar-benar siap bersaing, bukan sekadar hadir, sambungnya.
Meski absen di Kejurprov II Panjat Tebing Jawa Timur, Eka memastikan program latihan tetap berjalan intensif.
Cabang olahraga (cabor) menargetkan Pamekasan kembali punya wakil yang mampu bertarung di level provinsi pada kesempatan berikutnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri