Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dewan Soroti Masalah MBG, Akan Panggil Korwil dan Yayasan Minta Pertanggungjawaban

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 20 November 2025 | 15:06 WIB

DIGEMBOK: SPPG Yayasan As-Salman, Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, tidak beroperasi Rabu (19/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
DIGEMBOK: SPPG Yayasan As-Salman, Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, tidak beroperasi Rabu (19/11). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tiga hari terakhir, sejak Senin–Rabu (17–19/11), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman menghentikan distribusi makan bergizi gratis (MBG) kepada 2.298 murid di Pamekasan. Kondisi tersebut langsung mendapat sorotan dari DPRD setempat.

Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menegaskan akan memanggil Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan dan Yayasan As-Salman. Pemanggilan itu untuk meminta pertanggungjawaban atas penghentian sementara program nasional tersebut.

”Dananya itu kan dari pemerintah pusat, bukan pengawasan kami. Tapi, terima kasih informasinya. Kami akan panggil. Kalau begini terus ya repot,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Rabu (19/11).

Ali Masykur mengaku, keterlibatan legislatif dalam program MBG di Kota Gerbang Salam sangat minim. Sejak program berjalan, DPRD hanya dua kali diundang rapat. Padahal, MBG merupakan program strategis nasional untuk menekan kasus gizi buruk pada anak.

”Nanti akan kami tindak lanjuti. Kenapa kok tidak ada dananya? Pak Purbaya (Menteri Keuangan, Red.) sudah menekankan agar dana terserap. Kalau tidak, akan dikurangi,” tegasnya.

Politikus PPP itu menilai, lemahnya koordinasi di lapangan menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan MBG belum inklusif. Akibatnya, efektivitas kebijakan yang semestinya dibangun melalui kerja lintas sektor menjadi lemah, termasuk dalam pengawasan.

”Kami akan minta pertanggungjawaban Korwil BGN Pamekasan dan pihak yayasan. Untuk Satgas MBG, kami minta lebih maksimal turun ke lapangan,” imbuhnya.

Upaya Koran ini untuk mengonfirmasi Kepala Dapur SPPG As-Salman Ala Ahdiyani dan Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif tidak membuahkan hasil. Sejak Senin (17/11), keduanya belum merespons, meski nomor yang bersangkutan aktif.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman Fikri Muttawakil menyampaikan bahwa distribusi kembali MBG ke sepuluh sekolah penerima manfaat menunggu pencairan dana dari BGN.

”Masih belum beroperasi. Sampai kapan, kami juga masih menunggu,” ujarnya singkat. (lil/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#yayasan #Mbg #SPPG #BGN #pemanggilan #Korwil BGN Pamekasan #menghentikan distribusi #minta pertanggungjawaban